JAKARTA – Penyerang muda Mitchell Lee Baker resmi menyandang status sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) setelah mengucapkan sumpah kewarganegaraan di Kantor Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (Ditjen AHU), Jakarta, Senin (13/7/2026). Rampungnya proses naturalisasi ini membuka jalan bagi Baker untuk memperkuat Timnas Indonesia pada berbagai agenda internasional.
Prosesi pengambilan sumpah yang berlangsung pukul 14.00 WIB dipimpin langsung oleh Direktur Jenderal AHU Widodo. Ketua Umum PSSI Erick Thohir hadir menyaksikan momen tersebut bersama anggota Komite Eksekutif PSSI sekaligus Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji.
Erick menilai keberhasilan proses naturalisasi Baker tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Ia menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto, pimpinan DPR RI, Komisi X dan Komisi XIII DPR RI, serta Kementerian Hukum yang telah mempercepat seluruh tahapan administrasi.
“Sinergi antara pemerintah, DPR, dan PSSI menjadi bukti komitmen bersama untuk terus meningkatkan daya saing sepak bola Indonesia di level internasional,” ujar Erick.
Menurut Erick, kehadiran Baker menjadi bagian dari strategi PSSI memperkuat komposisi skuad Garuda. Penyerang bertubuh tinggi itu diproyeksikan masuk dalam rencana pelatih kepala Timnas Indonesia, John Herdman, untuk menambah ketajaman lini depan menjelang ASEAN Hyundai Cup 2026.
“Mitchell memiliki postur ideal sebagai penyerang dan naluri mencetak gol yang baik. Kami berharap ia bisa segera beradaptasi dan memberikan kontribusi bagi tim nasional,” katanya.
Sementara itu, Mitchell Baker mengaku bangga setelah resmi menjadi warga negara Indonesia. Pemain berusia 19 tahun tersebut menyebut momen itu sebagai pencapaian besar bagi dirinya dan keluarganya.
“Saya sangat senang dan bangga. Ini momen yang luar biasa bagi saya dan keluarga, termasuk keluarga saya di Indonesia. Saya sudah tidak sabar untuk segera bermain membela Indonesia,” ujar Baker.
Baker lahir di Melbourne, Australia, pada 11 Desember 2006. Ia memiliki garis keturunan Indonesia dari sang ibu, Maureen Lee Baker, yang berasal dari keluarga berdarah Yogyakarta dan Semarang.
Karier sepak bolanya dimulai di Hong Kong Football Club sebelum melanjutkan pembinaan di Australia bersama Northcote City dan Melbourne Victory. Pada usia 15 tahun, Baker hijrah ke Amerika Serikat untuk bergabung dengan Black Rock FC, kemudian memperkuat tim Georgetown University sembari menempuh pendidikan.
Performa impresifnya membuat Baker terpilih dalam MLS SuperDraft 2026 oleh Colorado Rapids dan dijadwalkan bergabung dengan klub Major League Soccer tersebut pada akhir tahun ini.
Dengan status WNI yang kini telah resmi dikantongi, Baker tinggal menyelesaikan proses administrasi sepak bola yang diperlukan agar dapat didaftarkan memperkuat Timnas Indonesia pada kompetisi resmi mendatang.


