TERMINALNEWS.ID, JAKARTA – Aktor Darius Sinathrya mengaku bersyukur melihat perkembangan putra-putranya yang kini semakin mandiri setelah beberapa tahun tinggal di Portugal untuk menempuh pendidikan sekaligus mengejar karier di dunia sepak bola.
Momen libur sekolah kali ini menjadi kesempatan istimewa bagi keluarga karena seluruh anggota keluarga akhirnya bisa kembali berkumpul di Indonesia setelah lama terpisah.
“Anak-anak sedang libur sekolah dan kebetulan saya juga mendapat jeda syuting. Jadi akhirnya kami bisa menghabiskan waktu bersama lagi. Sudah sekitar dua tahun kami tidak bermain bola bersama seperti ini,” ujar Darius usai bermain bersama Selebriti FC di kawasan Senayan, Jakarta, Senin (13/7/2026).
Menurut Darius, masa liburan kali ini tidak berlangsung lama karena jadwal latihan anak-anak dan pekerjaannya mengalami perubahan. Meski demikian, keluarga berusaha memanfaatkan waktu sebaik mungkin sebelum putra-putranya kembali ke Portugal.
Darius menilai pengalaman tinggal di luar negeri telah membentuk karakter anak-anaknya, terutama dalam hal kemandirian dan tanggung jawab.
“Yang paling kami lihat adalah mereka belajar mandiri. Mereka harus mengatur kehidupan sehari-hari sendiri, mengurus rumah bersama, membagi tugas, memasak, mencuci piring, dan mengatur waktu antara sekolah dengan latihan sepak bola,” katanya.
Ia mengakui kehidupan di Portugal tidak mudah. Jadwal latihan yang umumnya berlangsung pada sore hingga malam hari membuat waktu istirahat anak-anak menjadi terbatas. Namun, Darius bangga karena mereka mampu beradaptasi dan terus berkembang.
“Awalnya tentu kami khawatir karena mereka tinggal jauh dari keluarga. Tapi lama-kelamaan kami terbiasa. Kota tempat mereka tinggal juga cukup aman sehingga kekhawatiran itu perlahan berkurang,” ujarnya.
Salah satu putranya, Diego, mengungkapkan bahwa ia bersama kedua saudaranya harus berbagi tugas mengurus rumah tangga selama tinggal di Portugal.

“Bangun pagi, memasak, membersihkan rumah, mencuci piring, semuanya dibagi bertiga. Memang kadang capek dan bisa saja berdebat, tetapi akhirnya kami belajar menyelesaikan semuanya bersama,” kata Diego.
Meski tengah berlibur di Indonesia, Diego mengaku tetap mempertahankan kebiasaan hidup mandiri agar tidak kesulitan saat kembali ke Eropa.
Di sisi lain, Darius tak menampik bahwa menyekolahkan anak di luar negeri membutuhkan biaya besar, terlebih dengan nilai tukar euro yang terus berubah. Namun, ia dan sang istri, Donna Agnesia, telah mempersiapkan kebutuhan pendidikan anak-anak sejak jauh hari.
“Untungnya saya dan Donna sudah merencanakan pendidikan mereka sejak awal. Kami sama-sama bekerja dan berusaha mengatur keuangan sebaik mungkin. Sisanya kami berserah kepada Tuhan. Syukur sampai sekarang masih diberikan rezeki untuk mendukung cita-cita mereka,” ungkapnya.
Untuk menekan pengeluaran, anak-anaknya lebih sering memasak sendiri di rumah. Mereka hanya sesekali makan di luar sebagai bentuk quality time di tengah padatnya aktivitas sekolah dan latihan.
Mengenai kehidupan pergaulan putra-putranya, Darius mengaku memberikan kebebasan selama mereka tetap bertanggung jawab. Ia juga menjaga komunikasi tetap terbuka agar anak-anak nyaman berbagi cerita, termasuk mengenai hubungan asmara.
“Kami memberi mereka kebebasan berteman dengan siapa saja. Yang penting tetap bertanggung jawab. Kami ingin hubungan orang tua dan anak tetap terbuka sehingga mereka selalu mau bercerita kepada kami,” tuturnya.
Sementara itu, Lionel mengungkapkan dirinya baru saja menyelesaikan pendidikan SMA dan memutuskan mengambil gap year selama satu tahun untuk fokus mengembangkan karier sepak bola sebelum menentukan jurusan kuliah yang ingin ditempuh.
“Tahun ini saya ingin fokus dulu ke sepak bola sambil melihat peluang ke depan. Saya juga masih mencari jurusan kuliah yang benar-benar sesuai, jadi kami memutuskan untuk mengambil gap year terlebih dahulu,” ujar Lionel.


