TERMINALNEWS.ID, DALLAS – Piala Dunia 2026 tidak hanya menghadirkan para pemain terbaik dunia, tetapi juga menjadi panggung adu taktik bagi deretan pelatih papan atas. Delapan tim yang berhasil menembus perempat final kini dipimpin oleh pelatih dengan rekam jejak impresif, baik di level tim nasional maupun klub.
Berikut profil singkat para pelatih yang mengantarkan timnya ke babak delapan besar Piala Dunia 2026:
Prancis – Didier Deschamps

Didier Deschamps (57) merupakan salah satu pelatih tersukses di sepak bola Eropa. Ia membawa Prancis menjuarai Piala Dunia 2018 dan menjadi runner-up pada edisi 2022. Deschamps juga mempersembahkan gelar UEFA Nations League 2021 untuk Les Bleus.
Di level klub, mantan gelandang timnas Prancis itu pernah membawa Olympique Marseille meraih gelar Liga Prancis, Piala Prancis, dan Piala Super Prancis. Ia telah menangani tim nasional Prancis selama hampir 14 tahun.
Maroko – Mohamed Ouahbi

Mohamed Ouahbi (50) menjadi salah satu nama yang relatif baru di panggung sepak bola internasional. Pelatih kelahiran Belgia itu sebelumnya memiliki pengalaman panjang di pembinaan usia muda, termasuk tujuh tahun bersama Anderlecht.
Ouahbi juga sukses mengantar tim U-20 Maroko meraih gelar Piala Dunia U-20. Ia baru dipercaya menangani tim senior Maroko kurang dari tiga bulan sebelum Piala Dunia 2026 dimulai.
Belgia – Rudi Garcia

Rudi Garcia (62) menjalani pengalaman pertamanya sebagai pelatih tim nasional bersama Belgia, yang telah ia tangani selama sekitar satu setengah tahun.
Karier klubnya dihiasi keberhasilan membawa Lille meraih gelar ganda Liga Prancis dan Piala Prancis pada musim 2010/2011. Garcia juga pernah melatih sejumlah klub besar Eropa seperti AS Roma, Marseille, Lyon, dan Napoli.
Spanyol – Luis de la Fuente

Luis de la Fuente (65) datang ke Piala Dunia dengan status pelatih juara Eropa. Ia membawa Spanyol menjuarai Piala Eropa 2024 serta UEFA Nations League 2023.
Sebelumnya, De la Fuente dikenal sebagai spesialis pembinaan pemain muda setelah mengantar tim U-19 dan U-21 Spanyol menjadi juara Eropa. Ia telah menangani tim senior Spanyol selama sekitar tiga setengah tahun.
Norwegia – Stale Solbakken

Stale Solbakken (58) mengakhiri penantian panjang Norwegia untuk tampil di turnamen besar setelah absen selama 26 tahun sejak Piala Dunia 1998.
Selama melatih FC Copenhagen, Solbakken mendominasi kompetisi Denmark dengan meraih delapan gelar Liga Denmark dan empat trofi piala domestik. Ia juga sempat menangani FC Köln di Bundesliga Jerman dan Wolverhampton Wanderers di Championship Inggris.
Inggris – Thomas Tuchel

Thomas Tuchel (53) menjalani debutnya sebagai pelatih tim nasional bersama Inggris. Pelatih asal Jerman itu telah memimpin The Three Lions selama hampir satu setengah tahun.
Di level klub, Tuchel memiliki koleksi prestasi bergengsi, termasuk menjuarai Liga Champions UEFA dan Piala Super UEFA bersama Chelsea pada 2021. Ia juga pernah membawa Bayern Muenchen menjuarai Bundesliga serta meraih berbagai gelar domestik bersama Paris Saint-Germain.
Argentina – Lionel Scaloni

Lionel Scaloni (48) menjadi salah satu pelatih paling sukses dalam sejarah Argentina. Ia membawa La Albiceleste menjuarai Piala Dunia 2022, Copa América 2021 dan 2024, serta Finalissima 2022.
Menariknya, Scaloni mencapai kesuksesan tersebut tanpa pengalaman melatih klub sebagai pelatih kepala. Ia telah menangani tim nasional Argentina selama hampir delapan tahun.
Swiss – Murat Yakin
Murat Yakin (52) merupakan sosok yang sangat dihormati di sepak bola Swiss, baik sebagai mantan pemain maupun pelatih. Ia telah menangani tim nasional Swiss selama hampir lima tahun.

Yakin dikenal dengan pendekatan taktis yang disiplin. Sebelum melatih tim nasional, ia membawa FC Basel menjuarai Liga Super Swiss secara beruntun pada 2013 dan 2014.
Babak perempat final Piala Dunia 2026 dipastikan menghadirkan persaingan sengit, dengan para pelatih berpengalaman dan bertabur prestasi siap mengadu strategi demi membawa tim mereka melangkah ke semifinal.


