BerandaNewsNasionalFarida Farichah Tegaskan Kopdes...

Farida Farichah Tegaskan Kopdes Merah Putih Bangun Ekosistem Desa yang Berkeadilan

TERMINALNEWS.ID, BLITAR — Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah, menegaskan bahwa pemerintah tengah melakukan reposisi dalam arah pembangunan ekonomi nasional. Salah satu langkah konkretnya adalah mengembalikan kedaulatan sumber daya alam dan produktivitas masyarakat desa ke tangan mereka sendiri melalui wadah koperasi.

Hal itu disampaikannya saat menjadi pembicara kunci dalam Seminar Ilmiah bertajuk ‘Strategi Pemberdayaan Ekonomi Keluarga’ di Kampus Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Minggu (5/7/2026).

Di hadapan ratusan mahasiswa dan civitas akademika, Wamenkop menyoroti realitas pahit ekonomi hilir seperti bagaimana petani di desa menanam padi, namun penentuan harga jual justru didikte oleh para tengkulak karena keterbatasan modal tunai masyarakat lokal.

Baca Juga :   Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi Dorong Penambahan Mobil Antar Jenazah Gratis
37f218b2 cf3b 4abf bcfa a1d2ee3be09a
Farida Farichah Tegaskan Kopdes Merah Putih Bangun Ekosistem Desa yang Berkeadilan

Acara tersebut dihadiri oleh Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Blitar Sri Wahyuni, Kepala UPT Pelatihan Koperasi, UKM Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur Anjik Sudiyantoro, Kapolres Blitar AKBP Rivanda, S.I.K., Kokarum 511 Kodim 0808/Blitar Kapten Inf. Budiyanto, dan Ketua PCNU Kabupaten Blitar KH. Muqorrobin.

Dalam rangka memutus rantai ketergantungan tersebut, Wamenkop memaparkan bahwa Presiden Prabowo Subianto menginisiasi kelahiran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Program ini didesain sebagai ekosistem lengkap yang membawa modal perbankan dan teknologi pengolahan langsung ke tingkat desa.

Tujuannya adalah memastikan adanya added value (nilai tambah) yang berputar di desa, bukan ditarik ke kota-kota besar.
“Kita ingin gabah itu dibeli melalui Koperasi Desa Merah Putih, dikeringkan, lalu dikemas menjadi beras premium di desa itu sendiri. Ketika ada kenaikan nilai jual 30 hingga 50 persen, pertumbuhan ekonomi dan lapangan pekerjaan itu terjadinya di desa, bukan dibawa keluar oleh pabrik-pabrik besar,” jelasnya.

Baca Juga :   Meutya Hafid dan Singtel Kolaborasi Bahas Kemitraan Digital Regional: Pusat Data, AI, dan Zero Blank Spot

Kemudian secara khusus, Wamenkop menantang mahasiswa UNU Blitar agar memiliki mindset kewirausahaan. “Tujuan utamanya adalah tidak melahirkan pengangguran baru setelah lulus, ucap Wamenkop.

Ia meminta perguruan tinggi seperti UNU Blitar untuk mengintegrasikan literasi keuangan sejak mahasiswa baru masuk perkuliahan, serta mengoptimalkan program magang dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai ruang nyata pemberdayaan masyarakat.

Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, berpesan agar generasi muda, khususnya mahasiswa UNU Blitar, mulai membangun mentalitas ‘entrepreneur’ dengan target-target yang terukur secara bertahap.

“Mengejar Rp100 juta pertama itu susah, Rp1 miliar pertama super susah. Tapi semua ada tahapannya. Mulai dengan menetapkan prioritas keluarga dan siapkan tabungan masa depan agar kita tumbuh menjadi generasi yang sukses,” jelas Wali Kota.

Baca Juga :   Ketua Umum PIPAS Pusat, Kukuhkan Langsung Pengurus PIPAS Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Lihat Data, Brasil Tak Pernah Menang Lawan Norwegia, Neymar Tutup Laga dengan Kontroversi

TERMINALNEWS.ID, NEWYORK – Timnas Brasil harus mengakhiri perjalanan mereka di Piala...

Petenis Jerman Didiskualifikasi dari Wimbledon Junior Usai Lempar Raket ke Arah Penonton

TERMINALNEWS.ID, WIMBLEDON - Seorang petenis muda asal Jerman, Ida Wobker, didiskualifikasi...

Pemain Timnas Meksiko Kembalikan Jam Tangan Rolex Hadiah Influencer karena Aturan FIFA

TERMINALNEWS.ID, KOTA MEKSIKO - Para pemain Timnas Meksiko memutuskan mengembalikan jam...

Manchester United Terancam Gagal Rekrut Aurelien Tchouameni

TERMINALNEWS.ID, TERMINALNEWS.ID - Manchester United kembali menghadapi hambatan dalam upaya memperkuat...

- A word from our sponsors -

spot_img