TERMINALNEWS.ID, WIMBLEDON – Seorang petenis muda asal Jerman, Ida Wobker, didiskualifikasi dari nomor tunggal putri junior di turnamen Wimbledon Championships setelah melakukan pelanggaran aturan yang sangat jarang terjadi, yakni melempar raket hingga masuk ke area penonton.
Insiden tersebut terjadi saat Wobker yang baru berusia 15 tahun menghadapi petenis Rumania, Maria Valentina Pop, pada babak pertama. Saat itu, Wobker tertinggal 0-6, 5-5 dan skor berada di posisi 30-30.
Setelah melakukan kesalahan sendiri (unforced error) yang membuat bola keluar melewati garis belakang, Wobker meluapkan emosinya dengan membanting raket ke lapangan. Namun, raket tersebut memantul dan terlempar hingga masuk ke tribun penonton.
Menyadari kejadian itu, Wobker langsung menghampiri area penonton untuk meminta maaf.
https://x.com/tennisclips28/status/2073422196190363953/video/1
Pertandingan sempat dihentikan setelah insiden tersebut. Seorang wasit kedua kemudian memasuki lapangan untuk berdiskusi dengan wasit kursi mengenai kemungkinan sanksi yang akan dijatuhkan.
Beruntung, tidak ada penonton yang mengalami cedera akibat raket yang terlempar tersebut.
Meski demikian, wasit tetap memutuskan memberikan code violation kepada Wobker atas tindakan tidak sportif (unsportsmanlike conduct). Hukuman itu berujung pada default, yang berarti Wobker langsung didiskualifikasi dan kemenangan diberikan kepada Pop.
Melanggar Aturan ITF
Berdasarkan peraturan International Tennis Federation, pemain dilarang memukul, menendang, atau melempar raket maupun perlengkapan pertandingan dengan cara yang kasar atau dilakukan karena marah di area turnamen.
Aturan tersebut juga menyebutkan bahwa penyalahgunaan raket mencakup tindakan sengaja merusak raket atau perlengkapan, maupun menghantam net, lapangan, kursi wasit, atau fasilitas lain karena frustrasi saat pertandingan berlangsung.
Sedang Dalam Performa Bagus Sebelum Wimbledon
Sebelum tampil di Wimbledon, Wobker sebenarnya datang dengan modal performa yang cukup impresif. Petenis muda Jerman itu saat ini menempati peringkat 24 dunia junior ITF dan sempat mencapai peringkat tertinggi dalam kariernya di posisi ke-16 setelah menjuarai turnamen J500 di Kairo pada April lalu.
Namun, momentum positif tersebut gagal berlanjut setelah ia mengalami awal pertandingan yang sulit melawan Pop hingga akhirnya didiskualifikasi.
Melalui akun Instagram pribadinya, Wobker membagikan ulang sebuah unggahan yang bertuliskan:
“Hal seperti ini memang bisa terjadi, dan kamu belajar darinya.”
Pop Melaju ke Babak Kedua
Berkat kemenangan tersebut, Maria Valentina Pop melaju ke babak kedua dan dijadwalkan menghadapi petenis tuan rumah penerima wildcard, Danielle Britton.
Sementara itu, harapan tuan rumah di sektor junior juga bertumpu pada Mika Stojsavljevic, petenis Inggris berusia 18 tahun yang sebelumnya menerima wildcard untuk tampil di undian utama Wimbledon. Ia sempat menjuarai nomor tunggal putri junior US Open pada 2024 serta menjadi finalis ganda putri junior Wimbledon di tahun yang sama bersama Mimi Xu.
Namun, secara keseluruhan, hasil petenis junior Inggris kurang memuaskan karena delapan dari sepuluh wakil mereka di nomor tunggal putri harus tersingkir pada babak pertama.
Di sektor tunggal utama Wimbledon, petenis Inggris yang masih bertahan hanyalah Arthur Fery, yang berhasil melaju hingga babak keempat.


