TERMINALNEWS.ID, HOUSTON– Legenda sepak bola Prancis, Thierry Henry, menjadi sorotan setelah memberikan kritik tajam terhadap penampilan Cristiano Ronaldo dalam laga pembuka Portugal di Piala Dunia 2026 melawan Democratic Republic of the Congo.
Pada pertandingan tersebut, Ronaldo yang kini berusia 41 tahun tampil sebagai starter dalam turnamen Piala Dunia keenam sepanjang kariernya bersama tim asuhan Roberto Martinez.
Portugal memulai laga dengan sempurna setelah Joao Neves mencetak gol pembuka saat pertandingan baru berjalan enam menit. Namun keunggulan itu gagal dipertahankan karena DR Kongo berhasil menyamakan kedudukan melalui Yoane Wissa menjelang turun minum.
Pada babak kedua, kedua tim sama-sama berusaha mencari gol kemenangan. Namun hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-1 tetap bertahan sehingga Portugal harus puas meraih satu poin di laga perdana mereka.
Thierry Henry Soroti Sikap Ronaldo di Lapangan
Really good analysis from Henry. This is the Ronaldo issue right now.
He's playing as a 9, but he's never been a 9 and he's not acting as a 9. Not giving Portugal those traits and it hurt them today. pic.twitter.com/yjSaOK2J5J
— Marc Geschwind (@MarcGeschwind) June 17, 2026
Dalam analisisnya seusai pertandingan, Henry menilai Ronaldo terlalu fokus untuk mencetak gol sendiri dibandingkan membantu tim menciptakan peluang yang lebih baik.
Mantan penyerang Arsenal dan Barcelona itu mengatakan bahwa tujuan utama sebuah tim adalah mencetak gol, bukan sekadar membuat satu pemain menjadi pencetak gol.
Menurut Henry, keinginan besar Ronaldo untuk mencetak gol justru membuat pergerakan Portugal menjadi lebih mudah dibaca lawan. Ia menilai Ronaldo beberapa kali berada di jalur umpan yang seharusnya bisa dimanfaatkan rekan setimnya sehingga memudahkan pemain bertahan lawan melakukan penjagaan.
Henry juga menyoroti ekspresi frustrasi yang ditunjukkan Bruno Fernandes ketika Ronaldo memilih melepaskan tembakan daripada membiarkan bola diterima rekannya yang berada dalam posisi lebih baik.
Statistik Ronaldo Jadi Sorotan
Penampilan Ronaldo dalam laga tersebut dinilai kurang efektif. Sepanjang pertandingan, mantan bintang Real Madrid itu hanya mencatatkan tiga tembakan dan 25 sentuhan bola.
Statistik tersebut memicu perdebatan di media sosial. Banyak penggemar sepak bola yang sependapat dengan penilaian Henry dan mulai mempertanyakan apakah Ronaldo masih layak menjadi starter pada dua pertandingan fase grup berikutnya.
Namun, tidak sedikit pula yang membela sang megabintang dan menilai kritik terhadapnya terlalu berlebihan mengingat kontribusinya bagi Portugal selama bertahun-tahun.
Portugal Perlu Pertimbangkan Opsi Lain?
Hasil imbang melawan DR Kongo membuat pelatih Roberto Martinez menghadapi keputusan penting menjelang laga berikutnya. Sejumlah pengamat menilai Portugal membutuhkan penyerang yang lebih dinamis dan mampu memberikan tekanan lebih besar kepada lini pertahanan lawan.
Faktor usia dan menurunnya mobilitas Ronaldo dinilai menjadi kendala saat menghadapi pertahanan DR Kongo. Karena itu, nama Goncalo Ramos mulai disebut sebagai alternatif yang dapat memberikan dimensi berbeda di lini depan Portugal.
Meski keputusan untuk mencadangkan Ronaldo berpotensi menimbulkan kontroversi besar, sejumlah pihak menilai langkah tersebut mungkin perlu dipertimbangkan demi kepentingan tim dalam upaya melaju lebih jauh di Piala Dunia 2026.


