BerandaEntertainmentAriel NOAH–Raisa Bersatu di...

Ariel NOAH–Raisa Bersatu di OST Dilan ITB 1997, “Senang Dengar Suaramu Lagi” Jadi Lagu Cinta Paling Relatable

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID -| Kolaborasi yang lama dinantikan akhirnya terwujud. Ariel NOAH dan Raisa resmi menghadirkan single berjudul “Senang Dengar Suaramu Lagi”, yang menjadi original soundtrack film Dilan ITB 1997. Pertemuan dua karakter vokal kuat ini menghasilkan pop ballad yang hangat, intim, dan penuh emosi.

Lagu ini berbicara tentang cinta yang telah tumbuh melewati berbagai fase kehidupan. Bukan lagi sekadar kisah manis di awal, tetapi hubungan yang belajar menerima masa lalu, bertahan di tengah jarak, dan menemukan makna baru dalam kebersamaan. Di tengah realitas hubungan modern yang kompleks, lagu ini hadir sebagai refleksi bahwa cinta tidak harus sempurna untuk bisa bertahan.

Lirik seperti “Terima kasih karena kau bertahan, melihatku tanpa tuduhan” menjadi penegasan bahwa penerimaan adalah fondasi penting dalam sebuah hubungan. Setiap individu membawa cerita dan masa lalu, dan justru dari situlah proses mencintai menjadi lebih utuh. Lagu ini mengingatkan bahwa cinta sejati bukan tentang mencari yang sempurna, melainkan menerima yang ada.

Baca Juga :   Sisca Saras Rilis “Katanya Cinta” di Ulang Tahun ke-26, Ajak Pendengar Lepas dari Hubungan Tak Sehat

Nuansa kedekatan juga terasa kuat lewat penggalan “Senang bisa dengar suaramu lagi, apakah bisa setiap hari”. Kesederhanaan komunikasi, terutama dalam hubungan jarak jauh, menjadi simbol kehangatan yang tak tergantikan. Lagu ini menangkap momen-momen kecil yang justru memiliki arti besar.

Tema rindu pun diangkat dengan jujur dan relevan. “Rindu itu berat saat jarak menguji, tapi tidak dengan kita” menjadi pernyataan bahwa kekuatan hubungan tidak diukur dari jarak, melainkan dari komitmen. Pada akhirnya, lagu ini memotret cinta yang matang yang bertahan bukan karena mudah, tetapi karena diperjuangkan.

Secara musikal, aransemen yang hangat dan minimalis memberi ruang luas bagi eksplorasi vokal keduanya. Lagu ini ditulis oleh Idgitaf, Raisa, Ariel NOAH, Enrico Octaviano, dan Rendy Pandugo, dengan produksi oleh Enrico Octaviano, menghadirkan nuansa yang terasa personal sekaligus universal.

Baca Juga :   Joko Anwar Kembali ke Komedi lewat Film Ghost in The Cell, Dengan Jajaran Pemeran Bertabur Bintang

Sementara itu, film Dilan ITB 1997 yang disutradarai Fajar Bustomi dan Pidi Baiq membawa penonton ke Bandung tahun 1997. Kisahnya mengikuti perjalanan Dilan yang menjalani cinta bersama Ancika di tengah dinamika masa muda, studi di ITB, serta pencarian jati diri sebagai seniman.

Ketika hubungan mereka semakin dalam, kehadiran sosok dari masa lalu menjadi ujian tersendiri. Konflik ini memperkaya narasi tentang cinta, pilihan, dan proses menjadi dewasa tema yang selaras dengan pesan dalam lagu.

Dirilis pada 28 April di berbagai platform digital, “Senang Dengar Suaramu Lagi” tidak hanya menjadi pelengkap film, tetapi juga berdiri sebagai karya yang relevan dengan kehidupan banyak orang. Lagu dan film ini sama-sama mengajak penikmatnya untuk kembali menyelami cinta, rindu, dan kenangan yang tak lekang oleh waktu.[*]

Baca Juga :   Inul Daratista dan “Ritual” Lebaran: Saat Panggung Berganti Jadi Ladang Berbagi

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Royalti Musik dan Keadilan Pencipta: Harapan Baru di Era Tata Kelola LMKN

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID — Tata kelola royalti dalam industri musik tidak semata berbicara...

GSW Pantura Jadi Proyek Strategis Nasional, Pemerintah Siapkan Otorita Khusus

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID— Proyek Giant Sea Wall (GSW) di kawasan Pantai Utara (Pantura)...

Polemik LMKN Kembali Mengemuka, LMK Klaim Sistem Royalti Rugikan Pencipta Lagu

JAKARTA,TERMINALNEWS ID— Polemik yang menyeret nama Lembaga Manajemen Kolektif Nasional kembali...

Arca “Mbah Bhelet” Dipindahkan, Fadli Zon Tekankan Penguatan Nilai Budaya Borobudur

MAGELANG,TERMINALNEWS.ID — Menteri Kebudayaan Fadli Zon menghadiri Ritual Ageng Boyongan Mbah...

- A word from our sponsors -

spot_img