JAKARTA,TERMINALNEWS.ID — Menteri Agama Nasaruddin Umar menerima audiensi Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdulfattah A.K. Al-Sattari, di Kantor Kementerian Agama Republik Indonesia, Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (13/4/2026).
Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari hubungan diplomatik, tetapi juga mencerminkan eratnya ikatan persaudaraan antara Indonesia dan Palestina yang telah terjalin lama.
Dalam pertemuan itu, Dubes Al-Sattari menyampaikan apresiasi atas dukungan konsisten pemerintah dan rakyat Indonesia terhadap Palestina. Ia menilai hubungan kedua negara telah melampaui batas formal diplomasi.
“Hubungan kita bukan sekadar diplomatik, tetapi sudah seperti saudara, bahkan melebihi saudara,” ujar Al-Sattari.
Menanggapi hal tersebut, Nasaruddin Umar memaparkan visinya mengenai pengelolaan dana umat sebagai instrumen penting dalam mendorong kesejahteraan dan aksi kemanusiaan global.
Menurut dia, potensi dana umat di Indonesia sangat besar dan dapat menjadi kekuatan strategis jika dikelola secara profesional dan terintegrasi.
Ia mencontohkan ekosistem perputaran dana umat di Masjid Istiqlal yang menunjukkan tingginya partisipasi masyarakat dalam kegiatan keagamaan dan sosial.
“Potensi dana umat kita sangat luar biasa. Ini adalah modal sosial sekaligus spiritual yang kuat,” kata Nasaruddin.
Pertemuan ini ditutup dengan komitmen kedua pihak untuk terus memperkuat kolaborasi, tidak hanya dalam bentuk dukungan moral, tetapi juga melalui aksi-aksi kemanusiaan yang lebih konkret, terukur, dan berkelanjutan.[]


