JAKARTA,TERMINALNEWS.ID -| Industri anime global kembali berduka. Sosok yang selama puluhan tahun menjadi “tangan tak terlihat” di balik kehangatan cerita-cerita ikonik, Tsutomu Shibayama, meninggal dunia pada usia 84 tahun setelah berjuang melawan kanker paru-paru.
Kabar kepergian Shibayama diumumkan oleh perusahaan animasi Ajiado, yang juga menjadi rumah panjang perjalanan kariernya. Dalam pernyataan resmi, perusahaan menyampaikan rasa kehilangan mendalam atas sosok yang telah memberi warna besar dalam sejarah animasi Jepang.
Nama Shibayama mungkin tidak selalu tampil di depan layar, tetapi karyanya hidup dalam ingatan jutaan penonton lintas generasi. Ia adalah sosok penting di balik kesuksesan Doraemon, serial legendaris yang tak hanya populer di Jepang, tetapi juga di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Selama lebih dari dua dekade, ia menyutradarai film-film Doraemon dan turut menghidupkan lebih dari 1.500 episode serialnya.
Tak hanya itu, sentuhan kreatifnya juga hadir dalam sejumlah karya populer lain seperti Ranma 1/2, Nintama Rantaro, hingga Chibi Maruko-chan. Lewat karya-karya tersebut, Shibayama dikenal mampu merangkai humor, emosi, dan nilai kehidupan dalam balutan cerita yang sederhana namun membekas.
Kariernya di dunia animasi telah dimulai sejak akhir 1960-an, sebuah era ketika industri anime masih dalam tahap berkembang. Ia terlibat dalam berbagai proyek klasik seperti Lupin the Third dan Mazinger Z, sebelum akhirnya menjadi salah satu figur kunci dalam perkembangan anime modern.
Di balik kesuksesan besar tersebut, Shibayama dikenal sebagai sosok yang tekun dan berdedikasi tinggi. Ia tidak hanya menyutradarai, tetapi juga membentuk standar kualitas dan konsistensi dalam produksi anime serial panjang sesuatu yang hingga kini menjadi fondasi industri.
Pihak Ajiado menyampaikan bahwa prosesi pemakaman telah dilaksanakan secara tertutup, hanya dihadiri keluarga inti sesuai dengan keinginan almarhum. Perusahaan juga menegaskan akan menggelar acara peringatan di waktu mendatang sebagai bentuk penghormatan terakhir.
Kepergian Tsutomu Shibayama bukan sekadar kehilangan seorang sutradara, melainkan hilangnya bagian penting dari sejarah anime itu sendiri. Namun, warisannya akan terus hidup—dalam tawa Nobita, petualangan Doraemon, hingga kisah-kisah sederhana yang selalu berhasil menyentuh hati.
Di tengah dunia yang terus bergerak cepat, karya-karya Shibayama menjadi pengingat bahwa cerita yang tulus akan selalu menemukan jalannya untuk dikenang.


