JAKARTA,TERMINALNEWS.ID-| Memasuki putaran ke-17, Safari Bazaar yang diinisiasi Rahasia Investasi Sukses (RINS) bersama Komunitas Bisnis (Kombis) kian menunjukkan daya tahannya sebagai ruang temu antara pelaku usaha dan konsumen. Digelar serentak pada 25 Februari hingga 7 Maret 2026 di lima kawasan hunian Sahid Sudirman Residence, Maple Park Sunter, Signature Park Grande Cawang, Victoria Square Tangerang, dan Permata Hijau Suites kegiatan ini tak sekadar menjadi ajang jual beli, melainkan juga ruang interaksi sosial yang dinamis.
Antusiasme publik terlihat dari meningkatnya partisipasi pelaku usaha, komunitas, hingga figur publik. Kehadiran Roselina Sekar, Miss Supraglobal 2026, memberi warna tersendiri. Ia tidak hanya tampil sebagai ikon, tetapi juga menyuarakan pentingnya peran generasi muda dalam isu lingkungan dan pengembangan diri.
“Di sini bukan sekadar berbelanja, tetapi juga berdialog dan berbagi pengetahuan. Saya melihat Safari Bazaar sebagai medium untuk menyampaikan nilai yang saya bawa,” ujar Roselina.

Hal serupa disampaikan Jehu Jedija Lay (Jedi), Mister Supranational Indonesia 2026, yang menekankan pentingnya inklusivitas. Melalui kolaborasi dengan sekolah disabilitas Pensacola di Maple Park, Safari Bazaar menghadirkan ruang bagi karya anak-anak disabilitas untuk tampil. Tidak hanya itu, pertunjukan tari dan musik bersama menjadi simbol keterlibatan yang setara.
Presiden Direktur RINS Kombis, Ruby Herman, menegaskan bahwa konsistensi penyelenggaraan Safari Bazaar berangkat dari komitmen mendorong roda ekonomi mikro. Salah satu strategi yang dilakukan adalah memberikan fasilitas booth gratis bagi pelaku usaha serta dukungan promosi yang masif.
“Kami ingin memastikan pelaku usaha mendapat ruang yang layak untuk berkembang, sekaligus mempertemukan mereka dengan pasar yang tepat,” ujar Ruby.
Momentum Ramadan dimanfaatkan untuk menghadirkan konsep yang lebih variatif. Mulai dari fashion show, pertunjukan barongsai, lomba seni, hingga kegiatan ngabuburit bersama figur publik menjadi daya tarik tambahan. Kolaborasi dengan sektor perbankan dan komunitas kreator konten juga memperluas jangkauan kegiatan ini.
Lebih dari sekadar bazaar, Safari Bazaar menjelma sebagai ekosistem yang terus bertumbuh. Evaluasi rutin dilakukan setiap selesai penyelenggaraan untuk memastikan keberlanjutan program. Ruby menyebut, masukan dari berbagai pihak menjadi kunci dalam menjaga relevansi acara.
“Tujuan kami bukan hanya menghadirkan keramaian, tetapi juga dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat,” katanya.
Dengan melibatkan ratusan tenant dari sektor kuliner, kesehatan, kecantikan, hingga jasa, Safari Bazaar ke-17 menjadi cerminan geliat ekonomi berbasis komunitas. Di tengah tantangan ekonomi, model seperti ini memperlihatkan bahwa kolaborasi dapat menjadi kunci keberlanjutan.
Safari Bazaar akan kembali hadir pada putaran ke-18 pada Mei 2026 dengan konsep yang dijanjikan lebih segar. Harapannya, ruang interaksi ini terus berkembang, tidak hanya sebagai pusat transaksi, tetapi juga sebagai simpul penggerak ekonomi dan kreativitas masyarakat.


