JAKARTA,TERMINALNEWS.ID -| Ada lagu yang tidak lahir untuk segera dilepas ke publik. Ia menunggu, menyerap waktu, dan menemukan momentumnya sendiri. “Jangan Paksa Rindu (Beda)”, single terbaru Ifan Seventeen, termasuk dalam kategori itu. Lagu ini ditulis pada November 2022, namun baru dirilis secara resmi pada Januari 2026, setelah melalui perjalanan panjang bukan hanya secara teknis, tetapi juga emosional.
Menariknya, lagu tersebut telah lebih dulu menemukan pendengarnya. Potongan reff yang dibagikan Ifan di media sosial digunakan dalam ratusan ribu konten digital, jauh sebelum perilisan resmi. Lagu itu, dalam bentuknya yang belum utuh, telah lebih dulu hidup di ruang publik.
“Bahkan sebelum lagu ‘Jangan Paksa Rindu’ dirilis, kita sempat ngebocorin reff-nya ke media sosial. Alhamdulillah sudah ada sekitar 220 ribu konten yang pakai sound ini,” ujar Ifan dalam konferensi pers di Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (28/1/2026).
Bagi Ifan, fenomena tersebut bukan sekadar soal angka. Ia hadir bersamaan dengan kembalinya lagu-lagu lama Seventeen ke tangga lagu digital sebuah penanda bahwa ingatan kolektif pendengar belum sepenuhnya bergeser.
“Lagu-lagu yang dulu tiba-tiba naik lagi di chart digital. Itu bikin gue sadar, ternyata orang masih kangen dengan warna musik seperti ini,” katanya.
Keyakinan itulah yang kemudian menjadi dasar pengerjaan album terbarunya, Resonance. Album ini diselesaikan dalam waktu relatif singkat, sekitar satu bulan, dari aransemen hingga mastering. Namun kecepatan tersebut tidak dimaknai sebagai ketergesaan. Ifan menyebut prosesnya intens, dikerjakan bersama orang-orang yang telah lama memahami arah musikalnya.
“Ini album tulus banget. Gue enggak punya ekspektasi terlalu tinggi, cuma pengen bikin karya yang jujur,” ujarnya.
Secara tematik, “Jangan Paksa Rindu (Beda)” berbicara tentang hubungan yang masih berjalan, tetapi kehilangan keselarasan perasaan. Lagu ini tidak menghadirkan konflik besar, melainkan kelelahan emosional yang perlahan tentang bertahan karena kebiasaan, bukan lagi karena keyakinan. Sebuah cerita yang sunyi, namun dekat dengan pengalaman banyak orang.
Album Resonance memuat sepuluh lagu: 1001 Cara, Jangan Paksa Rindu (Beda), Kidung Hawa, Tangisan di Bawah Hujan, Anomali, Sungguh Sempurna, Menjadi Bintang, Lelaki Hebat, Apa Kabar, dan Sakit Hati. Keseluruhannya disusun sebagai fragmen perjalanan emosional tentang kehilangan, penerimaan, dan kedewasaan.
Album fisik Resonance dirilis melalui kerja sama dengan KFC. Pihak label menilai karakter musik Ifan yang kuat dan konsisten memiliki basis pendengar yang masih relevan di tengah lanskap distribusi musik yang berubah.
Single “Jangan Paksa Rindu (Beda)” dan album Resonance resmi dirilis pada 9 Januari 2026 dan tersedia di berbagai platform digital. Setelah menunggu cukup lama.


