LONDON, TERMINALNEWS.ID – Arsenal memang mencatatkan sejarah di Liga Champions musim ini, namun sebuah gol di menit-menit akhir membuat The Gunners gagal menorehkan rekor luar biasa lainnya, meski tetap meraih kemenangan 3-2 atas wakil Azerbaijan, Kairat Almaty.
Bertanding di Emirates Stadium, Rabu (29/1/2026) dini hari WIB, skuad asuhan Mikel Arteta hanya membutuhkan satu poin untuk memastikan diri sebagai juara grup. Arsenal menghadapi Kairat, tim yang sebelumnya hanya meraih satu poin dari tujuh pertandingan fase grup, dengan kekuatan finansial yang jauh di bawah klub-klub elite Eropa lainnya.
Arsenal langsung tampil agresif sejak awal laga. Viktor Gyökeres membuka keunggulan tuan rumah saat laga baru berjalan tiga menit. Namun, Kairat mampu menyamakan kedudukan melalui penalti Jorginho pada menit kedelapan.
Keunggulan Arsenal kembali hadir lewat gol Kai Havertz, sebelum Gabriel Martinelli memperlebar jarak menjadi 3-1 pada menit ke-36. Gol tersebut menjadi gol keenam Martinelli di Liga Champions musim ini.
Dengan hasil ini, Arsenal resmi menjadi satu-satunya tim yang mencatat rekor sempurna delapan kemenangan dari delapan laga fase grup, sejak format baru Liga Champions diperkenalkan musim lalu.
Namun, The Gunners nyaris mencetak sejarah kedua dalam satu malam. Gol hiburan Ricardinho pada menit ke-93 membuat skor berubah menjadi 3-2 dan menggagalkan rekor istimewa Arsenal. Sebelumnya, gol Gabriel Jesus pada menit ke-88 dianulir karena offside.
Menurut catatan Flashscore, kemenangan dengan selisih dua gol atas Kairat akan menjadikan Arsenal sebagai tim pertama dalam sejarah sepak bola Eropa yang meraih delapan kemenangan beruntun dengan margin minimal dua gol. Rekor tersebut akhirnya buyar hanya dalam hitungan dua menit terakhir pertandingan.
Perjalanan impresif Arsenal di fase grup dimulai dengan kemenangan 2-0 atas Athletic Bilbao, lalu berlanjut dengan kemenangan besar atas Atletico Madrid (4-0), Bayern Munchen (3-1), serta Inter Milan (3-1).
Meski tampil gemilang di Liga Champions, performa Arsenal di Premier League justru sedang kurang konsisten. Tim asuhan Arteta gagal meraih kemenangan dalam tiga laga liga terakhir, termasuk kekalahan 2-3 dari Manchester United pada akhir pekan lalu.
Meski begitu, Arsenal masih memimpin klasemen Premier League dengan selisih lima poin dan berharap dapat kembali fokus mengejar gelar liga pertama mereka sejak tahun 2004 pada paruh kedua musim.

