MANCHESTER TERMINALNEWS.ID – Manchester United asuhan Ruben Amorim terlibat dalam salah satu laga paling gila di Premier League musim 2025/26 saat bermain imbang 4-4 melawan Bournemouth pada Senin malam. Delapan gol dari delapan pemain berbeda mewarnai pertandingan dramatis di Old Trafford, namun hasil tersebut berujung pada langkah tak terduga: Manchester United resmi mengajukan komplain ke FIFA.
Meski sempat unggul dalam tiga kesempatan berbeda, Man United gagal mengamankan kemenangan. Statistik mencatat, United menjadi tim pertama sejak laga Manchester City vs Chelsea pada November 2023 yang unggul tiga kali dalam satu pertandingan Premier League tetapi tidak menang.
Manchester United membuka keunggulan lewat Amad Diallo pada menit ke-13. Laga sempat berjalan relatif tenang sebelum Antoine Semenyo dan Casemiro mencetak gol di menit-menit akhir babak pertama.
Namun, Bournemouth bangkit cepat usai jeda. Tim asuhan Andoni Iraola mencetak dua gol beruntun melalui Evanilson dan Marcus Tavernier sebelum menit ke-52 untuk membalikkan keadaan.
Di 11 menit terakhir waktu normal, Bruno Fernandes dan Matheus Cunha kembali membawa United unggul. Sayangnya, kemenangan di depan mata buyar setelah Eli Junior Kroupi mencetak gol penyeimbang. Kiper Senne Lammens masih melakukan dua penyelamatan krusial yang menyelamatkan rekor United saat unggul di babak pertama, namun tidak cukup untuk meraih tiga poin.
Usai laga penuh gol tersebut, terungkap bahwa Manchester United melayangkan komplain resmi ke FIFA terkait pelepasan pemain untuk Piala Afrika (AFCON) 2025.
Masalah bermula dari keputusan FIFA pada 3 Desember yang mewajibkan klub melepas pemain mulai 15 Desember, bukan dua minggu sebelum turnamen yang berlangsung dari 21 Desember hingga 18 Januari.

Bryan Mbeumo (Kamerun) dan Amad Diallo (Pantai Gading) masih diizinkan tampil melawan Bournemouth. Namun, situasi berbeda dialami Noussair Mazraoui, yang dipanggil timnas Maroko.
Seandainya laga digelar pada Sabtu, Mazraoui masih bisa bermain. Namun karena pertandingan dipindahkan ke slot siaran Senin malam, laga tersebut masuk dalam periode wajib pelepasan FIFA. Maroko bersikukuh mempertahankan Mazraoui untuk sesi latihan timnas, meski United merasa seharusnya sang pemain tersedia.
Menurut laporan BBC Sport, Mazraoui telah berlatih penuh bersama rekan setim sepanjang pekan dan tetap bersikap profesional. Namun, Manchester United menilai mereka diperlakukan tidak adil, terutama karena Kamerun dan Pantai Gading dinilai lebih kooperatif dalam negosiasi.
Kekecewaan di Old Trafford semakin besar karena FIFA tidak memaksa Maroko untuk mengalah, padahal absennya Mazraoui dinilai berpengaruh dalam laga yang berakhir 4-4 tersebut.
Jadwal Maroko di Fase Grup AFCON 2025
-
21 Desember 2025: Maroko vs Comoros
-
26 Desember 2025: Maroko vs Mali
-
29 Desember 2025: Maroko vs Zambia
(Seluruh laga digelar di Stade Prince Moulay Abdallah)
Situasi serupa juga dilaporkan dialami AS Roma dan Real Betis, sementara FIFA meminta klub dan federasi nasional melakukan diskusi bilateral dengan itikad baik untuk mencari solusi.
Opsi Taktik Ruben Amorim Tanpa Pemain AFCON
Absennya Amad, Mbeumo, dan Mazraoui menjadi tantangan besar bagi Ruben Amorim. Pelatih asal Portugal itu tetap setia pada formasi 3-4-3, namun kehilangan dua pemain kunci di sisi kanan membuat komposisi tim harus dirombak.
Mazraoui sebelumnya sering dimainkan sebagai bek tengah kanan. Sebagai solusi, Leny Yoro berpeluang mengisi posisi tersebut. Sementara itu, Mason Mount bisa diplot sebagai gelandang serang kanan, dengan Diogo Dalot berpotensi bergeser ke posisi wing-back kanan. Patrick Dorgu atau Luke Shaw menjadi alternatif di sisi kiri.
Manchester United sendiri gagal memanfaatkan hasil imbang ini untuk naik ke posisi lima besar klasemen Premier League, sekaligus harus bersiap menghadapi periode sulit tanpa sejumlah pemain andalan.


