BerandaNewsNasionalKementerian UMKM: Festival Pinisi...

Kementerian UMKM: Festival Pinisi Momentum Perkuat Ekosistem UMKM Maritim Bulukumba

BULUKUMBA, TERMINALNEWS.ID – Sekretaris Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Sesmen UMKM) Arif Rahman Hakim menegaskan Festival Pinisi tidak hanya menjadi ajang kebanggaan budaya dan jati diri maritim masyarakat Bulukumba, Sulawesi Selatan, tetapi juga ruang kolaborasi strategis antara sektor budaya, pariwisata, dan ekonomi rakyat.

“Festival Pinisi tidak hanya merayakan jati diri maritim Bulukumba, tetapi juga menghadirkan ruang kolaborasi antara budaya, pariwisata, dan ekonomi rakyat, sebuah ekosistem yang kita bangun bersama agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Sesmen UMKM Arif Rahman Hakim mewakili Menteri UMKM dalam sambutannya di Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel), Jumat (24/10).

Festival Pinisi XV 2025 mengusung tema “Elaborasi Budaya untuk Pariwisata Berkelanjutan” digelar pada 23–25 Oktober 2025 di Pantai Mandala Ria, Desa Lembanna, Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba, Sulsel.

Festival dimeriahkan berbagai rangkaian acara di antaranya Annyorong Lopi, karnaval budaya, pameran UMKM dan ekonomi kreatif, pemecahan Rekor MURI minum kopi gula aren terbanyak, hingga kegiatan sosial seperti senam bersama dan bersih-bersih pantai.

Baca Juga :   BAZNAS Latih Santri Jadi Pelaku Digital Marketing Sektor Travel Haji dan Umrah Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menggelar pelatihan Bootchamp Santripreneur di bidang digital marketing travel haji dan umrah, yang diselenggarakan di Jakarta, pada Senin (6/1/2025). Pelatihan ini merupakan upaya BAZNAS dalam memberdayakan ekonomi mustahik pada lingkup santri dan alumni pondok pesantren di sektor wisata halal, khususnya haji dan umrah. Pelatihan sekaligus kompetisi ini melibatkan 50 peserta terpilih yang terdiri atas santri tingkat akhir dan alumni pondok pesantren dari seluruh Indonesia yang telah lolos seleksi ketat. Turut hadir dalam pembukaan pelatihan, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., Deputi 2 BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Dr. H.M. Imdadun Rahmat, M.Si., serta Ketua Pembina Yayasan Pesantren Bina Cendekia Drs. KH Nur Syamsudin MA. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., dalam sambutannya menyampaikan, pentingnya peran santri dalam mendukung pertumbuhan sektor wisata halal. “Santri memiliki keunggulan spiritual dan dedikasi tinggi yang menjadi nilai tambah dalam pengelolaan travel haji dan umrah,” ujar Saidah. Lanjut Saidah, dalam pelatihan yang berlangsung selama lima hari pada 6-10 Januari 2025, para peserta akan dibekali keterampilan digital marketing seperti Search Engine Optimization (SEO), Search Engine Marketing (SEM), Content Marketing, Social Media Marketing, Influencer Marketing, Email Marketing, hingga E-commerce Integration. "Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan keterampilan santri dalam pemasaran digital, sehingga mereka dapat memanfaatkan peluang besar di sektor perjalanan haji dan umrah," ucap Saidah. Menurutnya, program ini menjadi bukti nyata komitmen BAZNAS dalam memajukan kesejahteraan umat melalui pemberdayaan ekonomi pesantren. Saidah mengungkapkan, dengan populasi Muslim Indonesia yang mencapai 87 persen, animo masyarakat terhadap ibadah haji dan umrah akan terus meningkat setiap tahun. "Kami ingin memastikan santri dapat mengambil peran strategis di sektor ini, dengan memanfaatkan keterampilan digital marketing untuk memperkuat layanan mereka,” kata Saidah. Saidah turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah terpilih dalam program ini. “Selamat kepada 50 peserta terbaik. Ini adalah langkah awal untuk masa depan yang lebih cerah. Dengan mengikuti pelatihan ini, kalian tidak hanya akan mendapatkan ilmu, tetapi juga kesempatan untuk membawa keberkahan bagi umat,” ucap Saidah. Sementara itu, Deputi 2 BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Dr. H.M. Imdadun Rahmat, M.Si. menyampaikan, program ini merupakan bagian dari upaya strategis BAZNAS untuk mencetak generasi santri yang tangguh dan mandiri. "Entrepreneurship sangat penting bagi santri. Dengan akses, bimbingan, serta keterampilan yang memadai, mereka mampu menjadi penggerak perekonomian umat," ujar Imdadun. Ia juga menambahkan, potensi besar sektor travel haji dan umrah, seiring meningkatnya minat masyarakat Muslim Indonesia, menjadi peluang yang harus dimanfaatkan oleh para santri. Sejak diluncurkan tahun 2022, lanjut Imdadun, hingga kini program BAZNAS Santripreneur telah memberikan manfaat kepada lebih dari 1.000 santri di 26 provinsi. Menurutnya, pelatihan program BAZNAS Santripreneur ini berpotensi besar meningkatkan pendapatan bagi peserta yang merupakan para pelaku usaha dari kalangan santri dan lulusan pondok pesantren, khususnya di bidang travel wisata halal yang mengikutinya. Imdadun menyampaikan, program ini tidak hanya berfokus pada keterampilan ekonomi, tetapi juga membawa misi besar dalam memperkuat syiar zakat di masyarakat. Dengan mencetak santri yang mandiri secara ekonomi, BAZNAS berharap dapat mengubah para santri dari penerima zakat (mustahik) menjadi pemberi zakat (muzaki). "Inilah esensi dari pemberdayaan ekonomi berbasis zakat, yaitu menciptakan individu yang mandiri, berdaya, dan membawa manfaat bagi umat," jelas Imdadun. "Kami yakin pelatihan ini akan memberikan hasil yang lebih baik lagi, sekaligus menciptakan peluang usaha baru di sektor wisata halal," tambahnya***(DaBon)

Arif menjelaskan, Kabupaten Bulukumba dikenal memiliki potensi ekonomi maritim yang kuat dengan garis pantai sepanjang kurang lebih 128 kilometer. Wilayah ini mencakup 10 kecamatan, 109 desa, dan 27 kelurahan dengan populasi sekitar 475 ribu jiwa.

Basis pengusaha UMKM tersebar di berbagai wilayah dengan keunggulan utama di sektor perikanan, kuliner, serta kerajinan khas seperti perahu Pinisi, sarung hitam Kajang, dan tenun Bira.

Produk-produk tersebut kini menjadi daya tarik wisata dan ekonomi kreatif daerah yang memperkuat identitas Bulukumba sebagai kabupaten maritim.

Berdasarkan data Sistem Informasi Data Tunggal (SIDT) UMKM, tercatat ada 55.811 unit UMKM di Kabupaten Bulukumba, terdiri atas 55.549 usaha mikro, 218 usaha kecil, dan 44 usaha menengah.

Baca Juga :   Kemenkop dan KemenTrans Kerja Bareng Kembangkan Ekonomi Kawasan Transmigrasi

“Angka ini menegaskan besarnya ekosistem pengusaha mikro yang perlu terus kita dorong agar naik kelas melalui kebijakan, pendampingan, dan perluasan pasar,” kata Arif.

Keunggulan ekonomi Bulukumba tercermin dalam tiga sektor utama, yakni kelautan dan perikanan (produk seperti ikan asap, ikan kering, dan abon), pertanian (olahan jagung, pisang, kopi Kahayya, dan manggis), serta kerajinan khas daerah.

Arif menilai, identitas sektor-sektor ini bukan sekadar daftar produk, melainkan narasi ekonomi lokal yang perlu diikat dengan kerja sama lintas sektor agar mampu memperkuat posisi Bulukumba di pasar wisata dan ritel nasional.

Namun demikian, Arif juga menyoroti masih adanya empat tantangan utama yang dihadapi UMKM setempat, yaitu pemasaran dan promosi yang belum konsisten, pasokan bahan baku yang belum stabil, kapasitas sumber daya manusia yang perlu ditingkatkan, serta legalitas usaha yang belum merata.

Baca Juga :   Benny Joewono: PWI Jaya Adalah Rumah Cerdas bagi Wartawan Ibu Kota

“Untuk menjawab tantangan tersebut, kita perlu satu paket kebijakan yang komprehensif mulai dari pelatihan dan pendampingan, inkubasi usaha, pembiayaan, standardisasi mutu, hingga digitalisasi pemasaran,” ujar Arif.

Ia menambahkan pendekatan tersebut penting agar setiap program saling menguatkan dan menghasilkan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi lokal.

Arif juga mengajak seluruh pihak untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pengusaha UMKM.

“Pemerintah pusat menyiapkan kebijakan dan dukungan program, pemerintah daerah menata ruang dan membuka akses pasar, sementara pengusaha UMKM menjadi motor utama yang menggerakkan mesin ekonomi daerah,” katanya.

Arif optimistis, dengan kolaborasi berbagai pihak ke depan, ajang Festival Pinisi dapat menjadi penanda kebangkitan UMKM Bulukumba dan memperkuat posisi daerah ini sebagai episentrum ekonomi maritim Sulawesi Selatan.

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Manchester United Siapkan Opsi Cadangan Jika Gagal Rekrut Lewis Hall, Alejandro Balde Masuk Radar

TERMINALNEWS.ID, MANCHESTER – Manchester United dikabarkan telah menyiapkan alternatif apabila upaya...

Manchester United dan Liverpool Bakal Rebutan Francisco Conceicao, Pemain Juventus

TERMINALNEWS.ID, MANCHESTER – Manchester United dan Liverpool dikabarkan kembali terlibat persaingan di...

Piala Dunia 2030 Terancam, Spanyol dan Portugal Dikabarkan Siap Mundur sebagai Tuan Rumah jika FIFA Privatisasi Turnamen

TERMINALNEWS.ID, JAKARTA – Rencana Presiden FIFA, Gianni Infantino, untuk membuka investasi...

Bruno Guimaraes Diakui Eddie Howe Berpeluang Gabung Arsenal

TERMINALNEWS.ID, LONDON - Gelandang Newcastle United, Bruno Guimarães, menyampaikan pesan perpisahan...

- A word from our sponsors -