JAKARTA, TERMINALNEWS.ID – Komisi Informasi (KI) Provinsi DKI Jakarta menggelar kegiatan Koordinasi Verifikator Self Assessment Questionnaire (SAQ) Elektronik Monitoring dan Evaluasi (E-Monev) Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2025, pada Rabu (15/10/2025) di Gedung Graha Mental Spiritual, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Kegiatan ini dipimpin oleh Ketua Bidang Penyelesaian Sengketa Informasi KI DKI Jakarta, Agus Wijayanto Nugroho, serta dihadiri oleh tenaga ahli KI DKI Jakarta yang berperan penting dalam proses penilaian dan validasi data SAQ.
Pastikan Objektivitas dan Akurasi Penilaian
Koordinasi tersebut menjadi tahapan strategis dalam memastikan objektivitas dan akurasi hasil penilaian keterbukaan informasi publik di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Tahun ini, proses verifikasi SAQ mencakup 23 kategori badan publik, yang meliputi unsur eksekutif, legislatif, yudikatif, BUMD, lembaga pendidikan, layanan kesehatan, hingga perangkat daerah.
Dalam arahannya, Agus Wijayanto Nugroho menekankan pentingnya peran verifikator sebagai garda terdepan dalam menjaga kualitas dan integritas pelaksanaan E-Monev.
“Verifikasi SAQ bukan sekadar memeriksa data administratif, tetapi memastikan sejauh mana badan publik benar-benar menerapkan prinsip keterbukaan informasi. Proses ini adalah wujud komitmen kita untuk menjaga kredibilitas penilaian dan membangun budaya transparansi di Jakarta,” ujar Agus.
Dorong Inovasi dan Penguatan Digitalisasi
Selain itu, para tenaga ahli KI DKI Jakarta turut memberikan masukan teknis terkait penyelarasan metode verifikasi, agar hasil penilaian lebih terukur, konsisten, dan berbasis data yang valid. Mereka juga menyoroti pentingnya inovasi dalam pelayanan informasi publik, termasuk penguatan sistem digitalisasi data untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi.
Hasil Verifikasi Jadi Dasar Pemetaan Keterbukaan Informasi
Hasil verifikasi SAQ ini akan menjadi dasar pemetaan tingkat keterbukaan informasi publik tahun 2025, dengan klasifikasi:
-
Informatif
-
Menuju Informatif
-
Cukup Informatif
-
Kurang Informatif
-
Tidak Informatif
Melalui kegiatan ini, KI DKI Jakarta berharap dapat memperkuat komitmen mewujudkan Jakarta yang informatif, transparan, akuntabel, dan berbudaya keterbukaan informasi.

