CIANJUR, TERMINALNEWS.ID – Malam Kamis Wage yang bertepatan dengan Jumat Kliwon, 9 Oktober 2025, diyakini menjadi salah satu malam spiritual paling kuat di tahun ini.
Keistimewaan malam tersebut semakin terasa karena jatuh hanya lima hari setelah purnama awal Oktober 2025 (pada 4 Oktober), ketika cahaya bulan masih nyaris penuh.
Praktisi metafisika, Dar Edi Yoga mengakui bahwa kondisi ini menjadikan tirakat di Situs Megalitikum Gunung Padang semakin sarat makna bagi para peziarah lintas iman.

Harmoni Alam dan Jiwa di Malam Penuh Energi
“Dalam tradisi kejawen, purnama melambangkan puncak energi alam semesta. Sisa cahaya purnama yang masih terang pada malam Jumat Kliwon dipercaya memperkuat daya spiritual bumi dan langit,” ungkap Dar Edi Yoga saat dihubungi melalui telepon selulernya, Senin (6/10/2025).
“Purnama keempat Oktober membawa harmoni antara unsur bumi, angin, dan jiwa manusia. Tirakat pada malam ini dianggap membuka gerbang pencerahan,”
ujar Cahaya Adi Wibowo, seorang praktisi kebatinan asal Jakarta, Senin (6/10).
Perspektif Islam: Malam Penuh Berkah dan Ampunan
Dalam pandangan Islam, purnama sering dikaitkan dengan tanda kebesaran ciptaan Allah, sementara malam Jumat dikenal memiliki kemuliaan khusus untuk dzikir, membaca Surah Al-Kahfi, dan bermunajat.
“Tirakat di malam Jumat Kliwon yang berdekatan dengan purnama menjadi kesempatan untuk memperkuat iman dan memohon ampunan,”
ujar Nanang Sukma, juru pelihara Situs Gunung Padang.
Makna Kristiani: Cahaya Purnama sebagai Simbol Kasih Tuhan
Bagi umat Katolik, bulan purnama sering dimaknai sebagai simbol terang Kristus. Kamis malam yang mengantar ke Jumat menjadi momen istimewa untuk adorasi, doa Rosario, dan refleksi batin.
“Cahaya purnama mengingatkan bahwa kasih Tuhan selalu menerangi kegelapan hidup,”
tutur Ignatius Pundjung, seorang peziarah Katolik yang turut berdoa di lokasi.
Gunung Padang, Titik Energi Spiritual Nusantara
Sebagai situs megalitikum terbesar di Asia Tenggara, Gunung Padang di Cianjur, Jawa Barat, kerap menjadi tujuan tirakat dan ziarah lintas keyakinan.
Di malam itu, kabut tipis, udara sejuk pegunungan, dan cahaya rembulan yang bundar berpadu menciptakan suasana spiritual yang mendalam.
“Tirakat di malam Jumat Kliwon pasca-purnama Oktober 2025 bukan sekadar ritual kebatinan, melainkan pengalaman batin yang menyeimbangkan raga, jiwa, dan alam semesta,” lanjut Dar Edi Yoga.

