LONDON, TERMINALNEWS.ID – Musim baruLiga Inggris 2025/26 belum genap berjalan enam pekan, namun West Ham United sudah dikabarkan mempertimbangkan langkah ekstrem terkait posisi manajer mereka, Graham Potter.
Potter menghadapi tekanan besar setelah The Hammers menelan empat kekalahan dari lima laga awal liga. Kekalahan terbaru 1-2 dari Crystal Palace pada akhir pekan lalu semakin memperburuk situasi.
Menurut laporan The Telegraph, Chairman David Sullivan bersama co-chair Karren Brady mulai menimbang opsi pergantian pelatih lebih cepat.
Bahkan, opsi menunjuk pelatih interim hingga akhir musim disebut belum ditutup. Beberapa nama yang masuk radar antara lain Nuno Espirito Santo, Slaven Bilic, dan Gary O’Neil.

Keputusan semacam itu terbilang tidak biasa, mengingat kompetisi masih menyisakan 33 pertandingan.
Potter sendiri baru ditunjuk Januari lalu menggantikan Julen Lopetegui. Namun, sejak menangani West Ham, ia hanya mencatat enam kemenangan dari 25 pertandingan. Catatan buruk itu membuat posisinya makin goyah.
Lebih parah lagi, West Ham gagal meraih kemenangan kandang di Premier League sejak 27 Februari. Seusai laga kontra Palace, sejumlah suporter bahkan meneriakkan yel-yel “sacked in the morning” yang ditujukan kepada sang manajer.
Meski demikian, Potter berusaha tetap tenang.
“Saya tidak mendengarnya, tetapi saya paham kekecewaan itu. Orang berhak mengutarakan pendapatnya,” kata Potter dalam wawancara pascalaga.

“Saya tidak punya keluhan terhadap klub maupun dukungan fans, tetapi saya sadar hasil yang kami raih belum positif. Kami harus menerimanya dan mencari jalan keluar. Saat ini memang sulit, semua orang di klub merasakan tekanan yang sama,” tambahnya.
Saat ini West Ham terdampar di peringkat ke-19 klasemen Premier League. Potter berharap timnya bisa bangkit saat melawan Everton pada 29 September mendatang, laga yang bisa menjadi penentu masa depannya di London Stadium.


