JAKARTA, TERMINALNEWS.ID – PT Media Inti Televisi Nusantara (Loka TV) resmi menggandeng PT Strategy Art Entertainment (SAE) sebagai vendor dalam produksi program terbaru bertajuk Cross Talk.
Program ini akan tayang di Loka TV mulai 25 Agustus 2025, hadir setiap Senin hingga Jumat pukul 10.30 WIB dan tayang ulang pukul 16.00 WIB.
Cross Talk menghadirkan perbincangan lintas generasi dengan mempertemukan generasi X dan generasi Z.
Dipandu oleh komedian sekaligus presenter Tike Priatnakusumah, acara ini membahas nilai, tren, sejarah, hingga perubahan zaman, dengan menghadirkan bintang tamu dari kalangan Gen Z dengan beragam latar belakang.
Pimpinan Redaksi Loka TV, Yuni Eko Sulistiono, menjelaskan bahwa program ini lahir dari fenomena sosial yang kerap terjadi di masyarakat, terutama di perkotaan.
“Banyak keluarga mengalami kesenjangan komunikasi antar generasi. Bahasa, cara penyampaian, dan pola pikir yang berbeda sering kali membuat harmonisasi menurun. Kami berharap Cross Talk dapat menjadi jembatan komunikasi agar tercipta saling pengertian, terutama di lingkungan keluarga,” urainya.
Sementara itu, Direktur PT SAE, Dahlan Andrianto atau yang akrab disapa Andree Dahlan, mengaku antusias terlibat dalam program ini.
“Kami senang dipercaya menjadi bagian dari tayangan bermanfaat seperti Cross Talk, yang mempertemukan lintas generasi dalam dialog yang inspiratif,” jelasnya.
Sebagai pembawa acara, Tike Priatnakusumah merasakan langsung dinamika komunikasi antara generasi X dan Z dalam program tersebut.
“Ngobrol sama Gen Z itu susah-susah gampang. Tapi lewat Cross Talk, orang tua bisa belajar cara menghadapi, berkomunikasi, dan bertukar informasi dengan mereka,” kata Tike.
Ia menambahkan, banyak anggapan yang salah tentang Gen Z.
“Anak-anak Gen Z itu bukan sok tahu. Mereka justru ingin tahu apa yang pernah jadi tren di masa Gen X. Hanya saja, cara mereka bertanya atau mencari tahu terkadang membuat terjadi miskomunikasi,” ujarnya.
Tike berharap kehadiran Cross Talk bisa membuka ruang dialog yang lebih sehat antar generasi. “Gen Z tetap menghormati generasi X. Kalau mereka bertanya, jangan dicuekin. Kita harus memberi tahu supaya mereka benar-benar paham, bukan sekadar terlihat sok tahu,” ujarnya.
Di akhir, Yuni Eko Sulistiono berharap program ini bisa membawa dampak positif. “Semoga Cross Talk menjadi acuan untuk saling mengerti lintas generasi dan menjaga kehangatan khas Indonesia,” tuturnya.

