LOS ANGELES, TERMINALNEWS.ID – Emma Heming Willis kembali berbagi cerita tentang perjuangannya mendampingi sang suami, aktor legendaris Bruce Willis, yang didiagnosis mengidap frontotemporal dementia (FTD).
Dalam unggahan di Instagram pada Jumat (29/8), Emma, 47 tahun, menyinggung wawancaranya bersama Diane Sawyer dalam program ABC News Special: Emma and Bruce Willis – The Unexpected Journey. Dalam wawancara itu, ia mengungkapkan bahwa Bruce, 70 tahun, kini tinggal di rumah terpisah demi keamanan serta kebutuhan perawatannya.
Emma mengatakan ia sengaja menunggu beberapa hari sebelum menanggapi reaksi publik atas pengakuannya tersebut.
“Saya rasa mereka melakukan pekerjaan indah dalam meningkatkan kesadaran tentang FTD sekaligus menyoroti peran para caregiver,” ujarnya.
Menurut Emma, dirinya sudah memperkirakan bahwa keterbukaan soal kondisi keluarga akan memunculkan dua respon: ada yang hanya berpendapat dan ada yang benar-benar memiliki pengalaman serupa.

“Itulah yang dihadapi para caregiver—penilaian dan kritik dari orang lain,” tambahnya.
Dalam video yang ia bagikan, Emma juga mengutip kutipan dari buku barunya The Unexpected Journey: Finding Strength, Hope and Yourself on the Caregiving Path yang akan rilis 9 September mendatang.
“Pendapat bisa berubah ketika seseorang mengalami langsung. Bahkan jika mereka akrab dengan demensia, mereka tetap tidak tahu dinamika keluarga kami,” tulisnya.
Lewat keterangan unggahan, Emma menegaskan bahwa caregiver kerap dinilai cepat dan tidak adil oleh orang-orang yang belum pernah menjalani peran itu. Ia menambahkan bahwa keterbukaan justru dapat membangun hubungan dan validasi bagi mereka yang benar-benar menghadapi realitas merawat orang terkasih.
Dalam wawancara dengan ABC, Emma juga mengungkapkan bahwa keputusan memindahkan Bruce ke rumah satu lantai yang aman diambil sejak beberapa waktu lalu. Rumah itu memungkinkan aktor Die Hard tersebut mendapat pengawasan tim medis 24 jam.

Keputusan tersebut diambil setelah Emma menyadari kebisingan bisa memperburuk kondisi sang suami. Demi kenyamanan, ia bahkan berhenti mengadakan acara bermain atau menginap bagi anak-anak mereka di rumah utama.
“Saya mengisolasi keluarga kami, dan itu memang disengaja… Masa itu sangat sulit,” kenangnya.
Meski begitu, Emma memastikan bahwa rumah baru itu tetap menjadi bagian dari kehidupan keluarga. Ia rutin berkunjung setidaknya dua kali sehari, termasuk sarapan dan makan malam bersama.
“Itu adalah rumah kedua kami, jadi anak-anak punya barang-barang mereka di sana,” jelasnya.
Emma dan Bruce menikah pada 2009 dan dikaruniai dua putri, Mabel Ray (13) dan Evelyn Penn (11). Pada 2022, Emma mengumumkan bahwa Bruce menderita afasia, dan kurang dari setahun kemudian terdiagnosis FTD—gangguan otak yang dapat memengaruhi kemampuan berbicara, motorik, hingga perubahan kepribadian.
Meski menghadapi kondisi sulit, Emma menegaskan bahwa sang suami masih dalam keadaan sehat secara fisik.
“Bruce masih sangat aktif, kesehatannya secara keseluruhan baik. Hanya otaknya yang melemah,” katanya.
“Bahasanya memang semakin hilang, tapi kami sudah menemukan cara komunikasi berbeda dengannya.”


