MIAMI, TERMINALNEWS.ID – LeBron James telah bermain bersama banyak bintang besar NBA selama karier gemilangnya yang sudah berlangsung 22 tahun.
Nama-nama seperti Dwyane Wade, Chris Bosh, Kyrie Irving, Kevin Love, Anthony Davis, hingga Luka Doncic pernah menjadi rekan setimnya.
Bahkan, ia sempat satu tim dengan legenda seperti Shaquille O’Neal, Russell Westbrook, dan Dwight Howard di penghujung karier mereka.
Meski begitu, James kerap mendapat kritik karena hanya meraih empat gelar juara dalam 22 musim, meskipun bermain bersama sejumlah legenda NBA.

Perbandingan dengan Michael Jordan—yang meraih enam gelar dalam 15 musim—sering dijadikan alasan untuk meragukan status LeBron sebagai “GOAT” (Greatest of All Time).
Namun, berbeda dengan Jordan yang cenderung mempertahankan inti skuad, LeBron memilih berpindah klub dan bermain di tiga kota berbeda sepanjang kariernya. Hal ini membuatnya memiliki daftar rekan setim yang jauh lebih beragam.
Dengan era pergerakan pemain yang lebih bebas di NBA modern, para penggemar kerap membayangkan superstar mana yang cocok berduet dengan LeBron. Stephen Curry sering menjadi jawaban favorit, namun LeBron punya pandangan berbeda.
LeBron Coret Michael Jordan dan Kobe Bryant
Dalam sebuah episode podcast The Shop: Uninterrupted pada 2022, LeBron ditanya pemain mana dari seluruh sejarah NBA yang ingin ia jadikan rekan setim. Untuk pemain aktif, ia langsung memilih Stephen Curry, rival utamanya di era 2010-an hingga 2020-an.
LeBron dan Curry pernah bertemu di empat final NBA berturut-turut (2015–2018), dengan LeBron hanya menang sekali—yakni comeback 3-1 pada Final 2016 melawan Golden State Warriors yang mencetak rekor 73 kemenangan musim reguler.
Meski mengagumi Curry, untuk pemain legenda, LeBron justru tidak memilih Michael Jordan atau Kobe Bryant. Pilihan ini cukup mengejutkan mengingat keduanya sering dibandingkan dengannya dalam perdebatan “GOAT”.
Sebaliknya, LeBron memilih dua nama dari era 1990-an: Scottie Pippen dan Anfernee “Penny” Hardaway.
Pilih Scottie Pippen dan Penny Hardaway

Menurut LeBron, pilihannya bukan sekadar sensasi, tetapi murni karena alasan teknis basket.
Ia melihat kemiripan gaya bermain dengan Pippen dan Hardaway, yakni sama-sama “tall guard” atau point forward—pemain bertubuh tinggi yang berperan sebagai pengatur serangan, mampu melibatkan semua rekan setim, dan bisa bertahan di berbagai posisi.
“Saya suka Scottie Pippen, bro. MJ itu gila hebat, Kobe juga luar biasa. Tapi Pippen dan Penny adalah dua pilihan saya karena saya melihat diri saya di mereka. Guard tinggi, point forward, melibatkan semua orang, dan bisa bertahan di semua posisi,” ujar LeBron.
Pippen dikenal sebagai pemain serba bisa yang sering melakukan hal-hal kecil namun krusial untuk kemenangan, dari pertahanan ketat hingga pergerakan tanpa bola.
Sementara Penny Hardaway, sebelum cedera menghambat kariernya, dikenal sebagai salah satu guard paling komplet di NBA.

Pilihan LeBron ini menunjukkan bahwa ia lebih suka bermain dengan “pemain nomor dua” yang melengkapi permainannya, dibandingkan bintang besar lain yang sama-sama dominan seperti Jordan atau Bryant.
Bagi LeBron, ia tidak butuh rekan setim yang merebut bola darinya, tetapi sosok yang mengisi celah dalam tim dan membuatnya semakin efektif di lapangan.

