MIAMI, TERMINALNEWS.ID – Membicarakan posisi Kevin Durant dalam sejarah NBA bukanlah hal yang mudah.
Durant adalah sosok pemain yang penuh teka-teki, baik sebagai individu maupun sebagai atlet, dengan karier yang telah membawanya ke lima tim berbeda.
Meski banyak perdebatan soal nilai dua gelar juara yang diraihnya bersama Golden State Warriors—tim yang disebut-sebut paling kuat sepanjang masa—Durant tetap diakui sebagai salah satu pemain terbaik dalam sejarah NBA.
Durant juga dikenal sebagai penggemar sejati bola basket. Ia kerap membagikan pandangannya tentang sejarah dan perkembangan NBA, sesuatu yang jarang dilakukan oleh pemain bintang aktif lainnya. Terlepas dari kebiasaannya di media sosial atau keputusan pindah tim yang kontroversial, pandangan Durant soal bola basket dianggap tulus dan layak disimak.
Baru-baru ini, dalam wawancara bersama Chris Henderson, Durant diminta menyebutkan Mount Rushmore versi dirinya untuk posisi small forward. Henderson bahkan memaksa Durant untuk menyertakan namanya sendiri, dan KD setuju meski dengan sedikit malu. Lantas, siapa saja empat pemain yang masuk daftar small forward terbaik sepanjang masa versi Kevin Durant?
1. Kevin Durant
Kevin Durant menyebut namanya sendiri dalam daftar, dan hal itu tidak mengejutkan. Dengan rata-rata 27,2 poin per pertandingan sepanjang 17 musim NBA dan efisiensi tembakan 62% true shooting, Durant dianggap sebagai salah satu pencetak angka terbaik sepanjang masa. Julukannya, The Slim Reaper, mencerminkan gaya bermainnya yang mematikan dan tak terbendung.
Meski pernah mengalami cedera Achilles pada 2019, performa Durant nyaris tak menurun. Di usia 36 tahun, ia masih mampu mencetak 26,6 poin per pertandingan dengan efisiensi 64,2% true shooting musim lalu bersama Phoenix Suns. Kini bergabung dengan Houston Rockets, KD tetap menjadi ancaman utama bagi pertahanan lawan.
Dengan tinggi 211 cm dan teknik tembakan yang sangat bersih, Durant mampu mencetak poin dari berbagai posisi. Ia juga dikenal sebagai plug-and-play superstar terbaik—mudah menyatu dengan berbagai sistem permainan dan tetap tampil dominan.
2. LeBron James

Durant menempatkan LeBron James sebagai pilihan berikutnya, sebuah keputusan yang hampir tidak bisa diperdebatkan. LeBron dianggap banyak pihak sebagai pemain terbaik sepanjang masa (GOAT) dan tentu saja sebagai small forward terbaik dalam sejarah NBA.
Dengan 22 musim karier NBA, empat gelar juara, empat MVP, dan 21 kali masuk All-Star serta All-NBA, LeBron memiliki resume yang tak tertandingi. Rata-rata kariernya 27,0 poin per pertandingan menempatkannya di peringkat kedelapan sepanjang masa.
Durabilitas, kemampuan playmaking, performa di momen krusial, serta konsistensi selama lebih dari dua dekade menjadikan LeBron sebagai ikon NBA. Durant sendiri sudah bersaing dengan LeBron sejak awal 2010-an, termasuk dua kali mengalahkannya di Final NBA 2017 dan 2018.
3. Kawhi Leonard

Pilihan Durant yang paling kontroversial mungkin adalah Kawhi Leonard. Banyak penggemar NBA yang mungkin akan memilih nama seperti Scottie Pippen, Julius Erving, atau Elgin Baylor. Namun, Durant punya alasan kuat memilih Leonard.
Kawhi adalah pemain dua arah yang luar biasa. Dengan dua gelar juara, dua Final MVP, serta dua penghargaan Defensive Player of the Year, Leonard terbukti sebagai pemain yang sangat berpengaruh, terutama di playoff.
Momen paling berkesan tentu adalah saat ia membawa Toronto Raptors juara NBA 2019, mencetak rata-rata 30,5 poin per pertandingan sepanjang playoff.
Meski karier Leonard sering terganggu cedera, performanya saat berada di lapangan tak bisa diremehkan. Ia adalah contoh small forward yang memadukan kemampuan mencetak poin di momen krusial dengan pertahanan ketat.
4. Larry Bird

Nama terakhir yang masuk dalam Mount Rushmore versi Durant adalah legenda Boston Celtics, Larry Bird. Bird dikenal bukan hanya karena prestasinya, tetapi juga karena kontribusinya dalam mengangkat popularitas NBA di era 1980-an.
Bird mencatat rata-rata 24,3 poin, 10,0 rebound, dan 6,3 assist sepanjang kariernya. Ia juga memenangkan tiga gelar juara NBA, dua Final MVP, tiga MVP musim reguler, dan tampil di 12 All-Star Game.
Bird adalah pelopor point forward, terkenal dengan kemampuan menembak jarak jauh dan visi permainan yang luar biasa.
Rivalitasnya dengan Magic Johnson menjadi salah satu kisah paling ikonik dalam sejarah NBA, dan Celtics 1986 yang dipimpinnya dianggap sebagai salah satu tim terbaik sepanjang masa.
Mount Rushmore small forward versi Kevin Durant adalah refleksi dari kehebatannya sebagai pemain dan pemahaman mendalamnya tentang sejarah NBA.
Dengan menyertakan dirinya, LeBron James, Kawhi Leonard, dan Larry Bird, Durant menyajikan kombinasi antara dominasi statistik, prestasi, dan pengaruh sejarah dalam memilih empat small forward terbaik sepanjang masa.

