JAKARTA, TERMINALNEWS.ID — Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Youth and Junior World Sambo Championships 2025, sebuah ajang kejuaraan dunia bela diri Sambo yang akan digelar pada 1–6 Oktober 2025.
Penunjukan ini disampaikan melalui surat rekomendasi Presiden International Sambo Federation (FIAS), Vasily Shestakov, yang dikeluarkan pada 12 Juli 2024.
Kejuaraan ini menjadi tonggak penting, tidak hanya bagi perkembangan olahraga Sambo di tanah air, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia di kancah penyelenggaraan event olahraga dunia.
Untuk pertama kalinya, ajang prestisius yang akan diikuti oleh lebih dari 60 negara ini diadakan di Asia Tenggara.
“Dengan motto From Zero to Hero, kami membuktikan bahwa Sambo Indonesia telah bangkit. Event ini adalah kesempatan emas bagi atlet muda kita untuk bersaing di level global sekaligus membangun olahraga Indonesia dengan tulus,” ujar Krisna Bayu, OLY, Ketua Umum Persatuan Sambo Indonesia (PERSAMBI) dalam konferensi pers yang digelar di kantor Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia), Senayan, Jakarta, Senin (23/6/2025).

Sambo merupakan olahraga bela diri yang berasal dari Rusia dan telah diakui secara resmi oleh Komite Olimpiade Internasional (IOC).
Saat ini, olahraga ini memiliki lebih dari 500.000 atlet aktif dari lebih 120 negara di seluruh dunia.
Di Indonesia, Sambo tergolong cabang olahraga baru. Sejak PERSAMBI resmi berdiri pada tahun 2017, olahraga ini mulai berkembang pesat.
Di bawah kepemimpinan Krisna Bayu, PERSAMBI fokus membangun fondasi prestasi melalui pelatihan atlet yang sistematis, pembinaan berkelanjutan, kerja sama dengan pemerintah, serta dukungan teknis dari FIAS.
Hingga pertengahan 2025, PERSAMBI telah membentuk 33 pengurus daerah (PENGDA) di seluruh provinsi Indonesia, sebagai wujud nyata pembinaan akar rumput di berbagai wilayah.
Kejuaraan Dunia Sambo untuk kategori remaja dan junior ini menjadi momentum penting dalam program regenerasi atlet nasional.
Dengan digelarnya kejuaraan di dalam negeri, para atlet muda Indonesia mendapat akses untuk bersaing langsung dengan atlet top dunia tanpa harus menanggung biaya besar untuk bertanding di luar negeri.
Selain meningkatkan kualitas kompetisi domestik, ajang ini diharapkan mampu menjadi panggung pencarian bibit unggul yang akan dibina lebih lanjut menuju panggung internasional.
Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam menyusun sistem pembinaan atlet berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.
“Event ini bukan hanya pertandingan, melainkan investasi jangka panjang untuk masa depan olahraga Indonesia,” tegas Krisna Bayu.
Lebih dari sekadar kejuaraan olahraga, Youth and Junior World Sambo Championships 2025 juga menjadi sarana promosi Indonesia sebagai destinasi sport tourism yang kompetitif di kawasan Asia dan dunia.
Ribuan delegasi dari 60 negara, termasuk atlet, pelatih, ofisial, dan pendukung, akan datang dan berinteraksi langsung dengan budaya, pariwisata, serta keramahtamahan Indonesia.
PERSAMBI menyadari bahwa keberhasilan penyelenggaraan kejuaraan dunia ini membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan.
Dukungan dari pemerintah pusat dan daerah, lembaga olahraga, sponsor, media, serta masyarakat umum dinilai krusial untuk menjadikan ajang ini sukses dan bermakna.
“Kami mengajak seluruh komponen bangsa untuk bersama-sama menyukseskan kejuaraan ini. Ini adalah panggung Indonesia untuk unjuk gigi di dunia internasional,” pungkas Krisna Bayu.
Persatuan Sambo Indonesia (PERSAMBI) adalah induk organisasi resmi olahraga Sambo di Indonesia yang didirikan pada tahun 2017.
Sejak awal berdiri, PERSAMBI memiliki visi menjadikan Sambo sebagai olahraga prestasi dengan struktur pembinaan yang kuat dari pusat hingga daerah.
Saat ini, organisasi ini dipimpin oleh Krisna Bayu, OLY, mantan atlet judo nasional yang juga pernah tampil di Olimpiade.
Melalui kejuaraan dunia ini, PERSAMBI berharap Sambo dapat dikenal luas oleh masyarakat Indonesia dan mendorong lahirnya atlet-atlet unggul yang mengharumkan nama bangsa di pentas dunia.

