JAKARTA, TERMINALNEWS.ID – Sebanyak 634 peserta dari 26 negara telah tercatat dalam registrasi resmi untuk Kejuaraan Anggar Asia 2025 atau Asian Senior Fencing Championship yang akan berlangsung di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali pada 17–23 Juni 2025.
Turnamen ini menjadi salah satu ajang prestisius dalam kalender anggar internasional Asia sekaligus sarana pengumpulan poin menuju Olimpiade Los Angeles 2028.
Lima negara tercatat mengirimkan kontingen terbesar, yaitu China, India, Korea Selatan, Thailand, dan Singapura, yang masing-masing mengutus 48 orang terdiri dari atlet dan ofisial.
“Hingga saat ini tercatat 634 peserta dari 26 negara. China, India, Korea Selatan, Thailand, dan Singapura menjadi negara dengan jumlah kontingen terbanyak. Jumlah peserta dan negara masih berpotensi bertambah,” ujar Sekretaris Jenderal PB Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI), Firtian Judiswandarta, dalam rilis yang diterima di Jakarta, Senin (9/6/2025).
Kejuaraan Anggar Asia 2025 tak hanya menjadi ajang kompetisi bergengsi, tetapi juga momen langka bagi Indonesia.
Pasalnya, sejumlah atlet peraih medali emas Olimpiade Paris 2024 dari Asia akan turut ambil bagian.
“Indonesia sangat beruntung ditunjuk sebagai tuan rumah. Ini peluang besar untuk memperkenalkan olahraga anggar kepada masyarakat luas serta memberikan pengalaman tanding berharga bagi atlet nasional kita,” kata Ketua Umum PB IKASI, Amir Yanto.
Ia menambahkan bahwa kejuaraan ini merupakan bagian dari misi besar PB IKASI untuk mengangkat pamor olahraga anggar di Tanah Air, sekaligus mendukung konsep sport tourism yang tengah digalakkan pemerintah.
“Kejuaraan ini akan menjadi sejarah penting karena Indonesia sudah lama tidak menjadi tuan rumah single event internasional untuk anggar. Apalagi, akan tampil para atlet peraih medali emas Olimpiade Paris 2024,” tambah Lucky Ramadhani dari Bidang Pertandingan Kejuaraan Anggar Asia 2025.
Berdasarkan data terbaru, negara-negara yang akan berpartisipasi adalah Australia, Bahrain, Brunei Darussalam, China, Chinese Taipei, Hong Kong, India, Iran, Korea Selatan, Kuwait, Kyrgyzstan, Lebanon, Makau, Malaysia, Selandia Baru, Filipina, Qatar, Arab Saudi, Singapura, Tajikistan, Thailand, Uni Emirat Arab, Uzbekistan, Vietnam, dan Indonesia.
Indonesia akan menurunkan 25 atlet hasil seleksi nasional (seleknas) untuk berlaga di kejuaraan ini.
Ketua Panitia Kejuaraan Anggar Asia 2025, Masyhudi, menyampaikan harapannya agar atlet nasional mampu menyerap pengalaman maksimal dari kejuaraan ini sebagai bekal menuju SEA Games 2025 di Thailand.
“Target utama kami bukan hanya prestasi, tetapi juga peningkatan kualitas bertanding dan mental para atlet. Kami optimistis, pengalaman di Bali ini bisa menjadi pijakan penting untuk mencetak medali emas di ajang SEA Games mendatang,” katanya.
Lebih dari sekadar kompetisi, penyelenggaraan Kejuaraan Anggar Asia 2025 di Bali juga dirancang untuk mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis pariwisata olahraga.
Menurut Masyhudi, kehadiran ratusan atlet dan ofisial dari luar negeri akan memberikan dampak langsung terhadap sektor pariwisata dan ekonomi lokal Bali.
“Event ini mengusung konsep sport tourism. Kami ingin menunjukkan bahwa olahraga dan pariwisata bisa berjalan beriringan dan saling menguatkan. Ini bentuk kontribusi PB IKASI untuk mendukung pemulihan dan pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.
Sebagai catatan, pada Kejuaraan Anggar Asia 2023, Jepang tampil sebagai juara umum dengan raihan 4 medali emas, 1 perak, dan 4 perunggu.
Korea Selatan berada di posisi kedua dengan 3 emas, 5 perak, dan 4 perunggu, disusul China di peringkat ketiga dengan 2 emas, 3 perak, dan 6 perunggu.
Adapun para atlet Asia yang meraih medali emas di Olimpiade Paris 2024 dan dipastikan akan tampil di Bali antara lain:
Hong Kong:
- Cheung Ka Long (Foil Pria – Individual)
- Vivian Kong Man Wai (Epee Wanita – Individual)
Jepang:
- Koki Kano (Epee Pria – Individual)
- Yudai Nagano, Kazumi Iruma, Kyosuke Matsuyama, Takahiro Shikine (Foil Pria – Beregu)
Korea Selatan:
- Oh Sang Guk (Saber Pria – Individual)
- Gu Bon Gil, Oh Sang Guk, Park Sang Won, Do Gyong Dong (Saber Pria – Beregu)
Kehadiran mereka diyakini akan semakin meningkatkan kualitas pertandingan serta menarik perhatian publik dan media internasional.
Dengan seluruh persiapan yang matang, Kejuaraan Anggar Asia 2025 di Bali diharapkan akan menjadi tonggak penting kebangkitan olahraga anggar Indonesia di pentas Asia.

