PARIS, TERMINALNEWS.ID – Carlos Alcaraz sukses mempertahankan gelar juara Prancis Terbuka (Roland Garros) usai menumbangkan Jannik Sinner dalam laga final yang penuh drama dan dianggap sebagai salah satu pertandingan Grand Slam terbaik sepanjang masa.
Dalam pertarungan sengit selama lebih dari lima jam, Alcaraz menang dengan skor 3-2 (4-6, 6-7(4), 6-4, 7-6(6), 7-6(2)).
Pertandingan ini tercatat sebagai final terpanjang dalam sejarah Prancis Terbuka, dan keduanya—yang masih berusia muda dan berada di awal karier mereka—menunjukkan performa luar biasa yang layak mendapat pujian.
Jannik Sinner, petenis nomor satu dunia yang sempat menjalani larangan bertanding selama tiga bulan akibat pelanggaran doping, tampil impresif di dua set pertama.

Ia memenangkan set pertama dengan skor 6-4 dan unggul di set kedua lewat tie-break dengan skor 7-4, membuatnya memimpin dua set atas unggulan kedua asal Spanyol itu.
Namun, Carlos Alcaraz menunjukkan mental juara yang sudah menjadi ciri khasnya. Petenis berusia 22 tahun ini bangkit dari ketertinggalan dua set dan menyelamatkan tiga championship point sebelum memaksakan pertandingan berlanjut ke set penentuan.
Ia merebut set ketiga dengan skor 6-4, lalu menyamakan kedudukan menjadi 2-2 setelah menang 8-6 di tie-break set keempat.
Final Prancis Terbuka 2025 ini menjadi final pertama yang ditentukan lewat championship tie-break. Di momen krusial tersebut, Alcaraz langsung unggul 7-0 sebelum Sinner merespons dengan dua poin.

Namun, Alcaraz menutup pertandingan dengan pukulan forehand menyilang yang spektakuler, memastikan gelar Roland Garros keduanya dan Grand Slam kelima dalam kariernya.
Suasana emosional pun terlihat di tribun, saat keluarga dan teman-teman Alcaraz merayakan kemenangan dramatis ini.
Meski Sinner harus puas sebagai runner-up, penampilan keduanya menuai pujian tinggi dari publik tenis dunia.
Pertemuan pertama mereka di final Grand Slam ini sukses menghadirkan tontonan spektakuler bagi ribuan penonton di Roland Garros dan jutaan pemirsa di seluruh dunia.


