JAKARTA, TERMINALNEWS.ID – Kompetisi Liga Jakarta U-17 Piala Gubernur 2025 sejauh ini berlangsung dengan lancar.
Koordinator Pengawas Pertandingan dan wasit Liga Jakarta U-17 Piala Gubernur 2025, Rudiyansyah, mengungkapkan bahwa hingga saat ini tidak ada insiden kekerasan terhadap perangkat pertandingan, khususnya wasit, oleh pemain maupun ofisial klub peserta.
“Sejauh ini wajar jika ada protes terhadap kepemimpinan wasit, bahkan jika ada ucapan kasar masih kami anggap dalam batas toleransi,” kata Rudiyansyah.
Namun, ia mengakui ada beberapa protes dari klub peserta, terutama terkait ketersediaan tandu untuk menangani pemain yang mengalami benturan di lapangan.
“Kami paham soal tandu itu penting, dan kami anggap wajar jika peserta mempertanyakannya. Tapi kami sudah berkomunikasi dengan pelatih dan ofisial bahwa masalah keamanan adalah tanggung jawab bersama,” jelasnya.

Rudiansyah juga menegaskan bahwa kompetisi ini dirancang sebagai ajang pembinaan pemain muda Jakarta agar memiliki pengalaman bertanding.
Ia menyebut, panitia bahkan memberikan bantuan jersey kepada klub yang belum memiliki perlengkapan tandang maupun kandang sesuai regulasi.
“Di awal kompetisi sudah disepakati bahwa setiap klub minimal harus memiliki dua jenis jersey berbeda,” ujarnya.

Lebih lanjut, Rudiyansyah menekankan bahwa kompetisi ini tidak memungut biaya dari klub peserta. Ia mengajak semua pihak untuk memanfaatkan momentum ini demi kemajuan sepak bola usia muda di Jakarta.
“Kami harap klub bisa bersyukur, karena tidak ada pungutan biaya. Ini kesempatan emas untuk pembinaan,” tambahnya.
Meski berjalan lancar, Rudiyansyah mengakui masih ada beberapa kendala teknis di lapangan, seperti ketidaksesuaian penggunaan nomor punggung pemain yang sempat menimbulkan kesalahpahaman antara panitia dan manajemen klub.
“Contohnya, ada dua pemain dalam satu klub yang memakai nomor punggung yang sama. Saat satu dari mereka mendapat akumulasi kartu kuning, pemain lain yang memakai nomor sama merasa keberatan,” ungkapnya.
Ia berharap ke depan seluruh klub bisa lebih disiplin terhadap regulasi, terutama dalam hal administrasi dan identitas pemain di lapangan.

Di sisi lain, pengelola lapangan juga sudah memberikan peringatan keras agar tidak terjadi keributan antar pemain, karena pertandingan bisa langsung dihentikan dan dibubarkan jika ada kontak fisik yang memicu kekacauan.
Terkait kinerja wasit, Rudiyansyah menyebut pihaknya telah memberikan sanksi kepada wasit yang dianggap tidak memenuhi standar kepemimpinan di lapangan.
“Ada wasit yang sudah kami evaluasi dan kami istirahatkan. Kami mengacu pada regulasi Liga 1; jika ada yang tidak becus memimpin, langsung kami ganti. Yang bagus, tetap kami pertahankan,” tegasnya.
Secara keseluruhan, kompetisi Liga Jakarta U-17 Piala Gubernur 2025 disebutnya berjalan kondusif dan menjadi ajang penting dalam mendukung regenerasi pemain sepak bola muda di ibu kota.

