PARIS, TERMINALNEWS.ID – Paris Saint-Germain (PSG) akhirnya mencatat sejarah dengan menjuarai Liga Champions untuk pertama kalinya.
Pada 31 Mei 2025, dalam laga pamungkas musim 2024/25, tim asuhan Luis Enrique tampil luar biasa dengan menghancurkan Inter Milan 5-0 di partai final—kemenangan terbesar yang pernah dialami Inter di final kompetisi ini.
Keberhasilan ini menandai era baru PSG. Sejak kepergian Kylian Mbappe ke Real Madrid pada musim panas 2024, Enrique membangun skuad yang lebih segar dan dinamis.
Tak lagi mengandalkan megabintang seperti Mbappe, Neymar, atau Lionel Messi, PSG kini mengandalkan perpaduan pemain muda berbakat dan nama-nama mapan.
Lini serang PSG diisi oleh Ousmane Dembele yang kembali ke performa terbaiknya, Bradley Barcola, remaja sensasional Desire Doue, serta pemain asal Georgia, Kvicha Kvaratskhelia. Kombinasi ini menjadi mesin kemenangan sepanjang musim.
Final tersebut merupakan pertandingan ke-168 PSG di Liga Champions (termasuk era Piala Eropa), mengakhiri salah satu puasa gelar terpanjang di antara tim-tim elite Eropa.
Namun, PSG bukan satu-satunya tim yang harus menunggu lama untuk meraih trofi ini. Berikut adalah daftar klub dengan jumlah pertandingan terbanyak di Liga Champions tanpa pernah menjadi juara:
15 Tim dengan Laga Terbanyak di Liga Champions Tanpa Pernah Juara (Data Resmi UEFA per 2 Juni 2025)
| Peringkat | Klub | Jumlah Pertandingan |
|---|---|---|
| 15 | Valencia | 128 |
| 14 | Club Brugge | 139 |
| 13 | Lyon | 148 |
| 12 | Rosenborg | 152 |
| 11 | Sparta Prague | 162 |
| 10 | Panathinaikos | 163 |
| 9 | Shakhtar Donetsk | 166 |
| 8 | Dinamo Zagreb | 170 |
| 7 | Rangers | 179 |
| 6 | Atletico Madrid | 180 |
| 5 | Olympiacos | 186 |
| 4 | Galatasaray | 191 |
| 3 | Anderlecht | 200 |
| 2 | Arsenal | 225 |
| 1 | Dynamo Kyiv | 261 |
Sorotan Beberapa Klub
-
Panathinaikos (163 pertandingan)
Raksasa Yunani ini belum pernah menjuarai Liga Champions meski pernah mencapai final pada musim 1970/71. -
Shakhtar Donetsk (166 pertandingan)
Klub Ukraina ini sempat juara UEFA Cup 2009, tapi prestasi terbaik mereka di Liga Champions adalah perempat final pada 2010/11. -
Dinamo Zagreb (170 pertandingan)
Dominasi domestik tak diiringi sukses di Eropa. Mereka belum pernah lolos dari fase grup Liga Champions. -
Rangers (179 pertandingan)
Salah satu klub tertua dan tersukses di Skotlandia ini terakhir kali mencapai semifinal Liga Champions pada era 1960-an. -
Atletico Madrid (180 pertandingan)
Dua kali mencapai final di era Diego Simeone, namun gagal membawa pulang trofi. -
Arsenal (225 pertandingan)
Musim 2024/25 menjadi salah satu yang paling menjanjikan bagi The Gunners. Mereka menyingkirkan Real Madrid di perempat final, namun dikalahkan PSG di semifinal. -
Dynamo Kyiv (261 pertandingan)
Klub Ukraina ini menjadi tim dengan jumlah pertandingan terbanyak di Liga Champions tanpa pernah menjadi juara. Prestasi terbaik mereka adalah tiga kali mencapai semifinal, terakhir pada 1998/99.
Kemenangan PSG bukan hanya mencetak sejarah baru, tetapi juga menandai berakhirnya dominasi tim-tim tertentu di Eropa.
Dengan performa gemilang di musim 2024/25, PSG membuka babak baru dalam persaingan elite Liga Champions—dan memberi harapan baru bagi tim-tim besar lainnya yang masih mengejar mimpi serupa.


