LONDON, TERMINALNEWS.ID – Musim perdana Liga Champions dengan format baru telah resmi berakhir.
Paris Saint-Germain (PSG) menutup kampanye 2024/25 dengan kemenangan sensasional 5-0 atas Inter Milan di final.
Namun, musim depan turnamen ini akan mengalami sejumlah perubahan signifikan setelah Arsenal mengajukan keluhan kepada UEFA pada April lalu.
Arsenal yang diasuh Mikel Arteta, bersama PSG, Barcelona, dan Inter Milan, menjadi empat tim terakhir yang bersaing di babak semifinal.

Namun, PSG tampil dominan dan keluar sebagai juara usai kemenangan meyakinkan di Munich, Jerman.
Setelah pertandingan penutup musim ini, klub-klub di seluruh Eropa memasuki masa jeda untuk bersiap menyambut musim baru.
Sementara itu, laporan terbaru menyebut UEFA telah menyiapkan perubahan aturan untuk Liga Champions 2025/26.
Keluhan Arsenal Soal Format Knockout Didengar UEFA
Pada pertengahan April, Arsenal yang masih belum pernah menjuarai Liga Champions, secara resmi mengajukan protes kepada UEFA.
Keluhan tersebut terkait sistem undian laga kandang-tandang di fase gugur yang dinilai tidak adil, karena ditentukan secara acak tanpa mempertimbangkan posisi akhir tim di fase liga.
Sebagai contoh, Arsenal harus menjalani laga tandang pada leg kedua perempat final melawan Real Madrid, meskipun tim Spanyol itu hanya finis di peringkat ke-11 dalam fase liga. Hal serupa terjadi saat mereka menghadapi PSG di semifinal, di mana PSG menempati posisi ke-15.
Pada musim 2024/25, tim yang finis di delapan besar memang langsung lolos ke babak 16 besar, sementara tim lain harus melalui babak play-off.
Namun, sistem penentuan siapa yang menjadi tuan rumah di leg kedua tetap dilakukan lewat undian acak.
Arteta dan stafnya merasa Arsenal seharusnya mendapatkan keuntungan sebagai tim dengan peringkat lebih tinggi. Keluhan tersebut kini membuahkan hasil.
UEFA Bahas dan Sepakati Perubahan Format
Menurut laporan dari media Jerman Bild yang dikutip The Mirror, Komite Kompetisi Klub UEFA telah mengadakan pertemuan pada Jumat lalu untuk membahas sejumlah perubahan.
Salah satu keputusan utama yang disepakati adalah perubahan sistem undian di fase gugur, agar posisi tim di fase liga berpengaruh terhadap siapa yang menjadi tuan rumah di leg kedua.

Perubahan ini dilaporkan telah disepakati sebelum partai final, dan kini tinggal menunggu persetujuan akhir dari UEFA.
Tak hanya itu, dalam pertemuan tersebut UEFA juga mempertimbangkan perubahan lainnya seperti menghapus babak perpanjangan waktu dan langsung ke adu penalti jika laga berakhir imbang.
Opsi untuk mencegah pertemuan antara tim dari liga yang sama di babak gugur juga tengah dikaji.
Jika disetujui, aturan baru ini akan mulai berlaku pada musim 2025/26 dan diyakini akan meningkatkan rasa keadilan dalam format kompetisi elit Eropa tersebut.


