LONDON, TERMINALNEWS.ID – Legenda sepak bola Inggris, Paul Gascoigne, membuat kejutan dengan menyebut Vinnie Jones sebagai pemain paling tangguh yang pernah ia hadapi, mengesampingkan nama-nama besar seperti Roy Keane dan Duncan Ferguson.
Gascoigne, yang dikenal luas di era 1980-an dan 1990-an, pernah membela klub-klub besar seperti Newcastle United, Tottenham Hotspur, Lazio, dan Rangers.
Sepanjang kariernya, ia bermain bersama dan melawan sejumlah nama besar, termasuk Gary Lineker, Alan Shearer, serta mantan rekan setimnya di Everton, Duncan Ferguson.
Meski pernah berhadapan langsung dengan Roy Keane—legenda Manchester United—saat Keane masih memperkuat Nottingham Forest dan dirinya berseragam Spurs, Gascoigne tidak memilih gelandang asal Irlandia tersebut sebagai pemain paling tangguh.

Sebaliknya, Gascoigne menyebut Vinnie Jones, mantan pemain Wimbledon dan Leeds United, sebagai lawan paling keras yang pernah ia hadapi.
Dalam sebuah wawancara, pria yang akrab disapa “Gazza” itu mengenang momen menegangkan kala melihat Jones di ruang gym Stadion Elland Road.
“Aku ingat saat berjalan di koridor Elland Road ketika Tottenham bertandang ke Leeds. Aku melihat Vinnie di gym, sedang angkat beban, badannya berotot semua,” ujar Gascoigne.
“Aku lupa dia baru saja bergabung dengan Leeds, dan aku langsung berpikir, ‘Oh sial’. Dia adalah lawan terberatku, tanpa ragu sedikit pun.”
“Dia satu-satunya pemain yang membuatku khawatir sebelum pertandingan. Selama 90 menit, selalu terasa menakutkan. Tapi aku ingin dia ada di timku, untuk melindungiku.”
Gascoigne dan Jones pernah terlibat dalam salah satu momen paling ikonik dalam sejarah Liga Inggris, saat Jones tertangkap kamera secara diam-diam mencengkeram area pribadi Gascoigne dalam laga antara Wimbledon dan Newcastle pada Februari 1988.

Meski keras di lapangan, hubungan keduanya justru akrab di luar lapangan. Vinnie Jones mengungkap bahwa media sering melebih-lebihkan ketegangan di antara mereka.
“Media membuat seolah-olah kami saling membenci, padahal tidak. Aku hanya menjalankan tugas saat itu,” kata Jones.
“Kalau kami kalah 3-0, aku pasti jadi bahan tertawaan. Tapi setelahnya, kami tertawa bersama dan bersahabat dengan baik. Aku melihat banyak diriku di diri Gazza. Hubungan kami sekarang seperti kakak-adik, ada semacam ikatan batin di antara kami.”


