JAKARTA, TERMINALNEWS.ID – Mantan Pelatih Timnas senior Indonesia, Rahmad Darmawan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Piala Bergilir KONI 2025 yang digelar untuk kelompok usia U-10, U-12, U-14, dan U-16.
Menurut Coach RD sapaan akrab Rahmad Darmawan, kejuaraan ini menjadi momentum penting dalam proses pembinaan dan regenerasi pemain muda di Indonesia.
“Saya Rahmad Darmawan mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya Kejuaraan Nasional Piala Bergilir KONI 2025. Ini merupakan event yang sangat ditunggu-tunggu oleh para pesepakbola muda,” ujar Coach RD saat menyaksikan langsung Kejurnas Piala Bergilir KONI, Rabu (14/5/2025) di Stadion Untung Suntoro, Batalyon 14 Grup 1 Kopassus, Kemang, Bogor, Jawa Barat.
Ia menyoroti bahwa selama ini pembinaan usia dini banyak terfokus pada program Elite Pro Academy (EPA) yang digagas oleh PSSI.
Namun, menurutnya, EPA saja tidak cukup untuk mewadahi seluruh potensi pemain dari berbagai daerah dan sekolah sepak bola (SSB) di tanah air.
“Selama ini kita hanya fokus pada pembinaan di EPA, padahal itu tidak cukup untuk menampung sekolah sepak bola maupun klub-klub dari seluruh pelosok negeri yang ingin berpartisipasi,” katanya.
Rahmad menyambut positif hadirnya Kejurnas Piala KONI yang terbuka bagi berbagai tim dari seluruh Indonesia.
Ia menyebut kejuaraan ini memberikan peluang bagi bakat-bakat muda yang selama ini belum mendapatkan panggung untuk menunjukkan kemampuannya di tingkat nasional.
“Dengan adanya Kejurnas Piala KONI untuk kelompok usia muda, tentu ini sangat membantu pelatih-pelatih klub Liga Indonesia, khususnya yang aktif di EPA, dalam melakukan pemantauan atau scouting terhadap pemain-pemain muda potensial,” jelas mantan pelatih timnas Indonesia tersebut.
Lebih lanjut, Coach RD menilai kejuaraan ini tidak hanya berperan sebagai ajang seleksi dan pemantauan talenta, namun juga sebagai sarana penting dalam membangun karakter dan pengalaman bermain bagi anak-anak usia dini.
Ia optimistis bahwa dari turnamen seperti ini akan muncul calon pemain nasional masa depan.
“Turnamen ini akan menciptakan atau memunculkan talenta-talenta muda berbakat baru yang selama ini mungkin belum terlihat. Ini juga akan menambah jam terbang serta pengalaman bagi para pemain untuk mempersiapkan diri menjadi pemain profesional,” ujarnya.
Menurutnya, para pemain yang tampil gemilang di ajang ini berpeluang masuk ke dalam skuad tim nasional kelompok usia, seperti U-16, U-17, hingga U-19.
Ia pun tak lupa menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan menyelenggarakan turnamen ini, mulai dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), serta panitia penyelenggara.
“Saya ucapkan terima kasih kepada KONI, Kemenpora, PSSI, Ketua Penyelenggara Kejurnas Piala Bergilir KONI Taufik Panji Alam, dan seluruh panitia yang terlibat. Kejuaraan ini memberi harapan besar bagi sepak bola Indonesia ke depan,” tutupnya.
Kejuaraan Nasional Piala Bergilir KONI 2025 merupakan inisiatif yang bertujuan memperluas jangkauan pembinaan sepak bola usia dini di Indonesia.
Dengan format kompetisi antar-daerah, turnamen ini menjadi wadah pembuktian bagi para pemain muda dari berbagai penjuru negeri yang selama ini belum mendapat akses kompetisi reguler seperti di EPA.
Selain menjadi panggung talenta muda, kejuaraan ini juga memperkuat jaringan pencarian bakat nasional yang selama ini dinilai belum merata.
Dengan melibatkan pelatih-pelatih lokal dan pencari bakat dari klub-klub besar, ajang ini diharapkan menjadi titik awal pembinaan yang berkesinambungan dan merata secara geografis.
Kehadiran tokoh sepak bola seperti Rahmad Darmawan memberikan legitimasi kuat atas pentingnya turnamen seperti ini.
Dukungan penuh dari KONI, PSSI, dan Kemenpora menunjukkan komitmen bersama dalam membangun fondasi sepak bola Indonesia sejak usia dini.
Dengan berlangsungnya Kejurnas Piala KONI 2025, harapan besar pun muncul untuk memperkuat jenjang pembinaan pemain muda agar Indonesia tidak hanya berprestasi di tingkat nasional, tetapi juga mampu bersaing di level internasional.


