LONDON, TERMINALNEWS.ID – Mantan striker andalan Chelsea, Didier Drogba, dikenal sebagai salah satu penyerang terbaik dalam sejarah Liga Inggris.
Selama kariernya, Drogba telah menjajal berbagai stadion legendaris di Eropa, mulai dari Anfield, Old Trafford, hingga Highbury.
Namun, satu stadion di Skotlandia meninggalkan kesan mendalam yang tak terlupakan baginya: Stadion Ibrox, markas Rangers FC.
Meski hanya tampil dalam laga persahabatan antara Chelsea dan Rangers pada tahun 2011, Drogba tetap terkesan dengan atmosfer luar biasa di Ibrox.

Dalam laga yang dimenangkan Chelsea 3-1 itu, Drogba hanya turun sebagai pemain pengganti, digantikan oleh Fernando Torres dalam skuad yang diasuh Andre Villas-Boas.
Kepada Daily Record, legenda asal Pantai Gading itu menyampaikan pujian setinggi langit untuk para suporter Rangers. “Ooh la la! Atmosfer di Ibrox benar-benar magis.
Dalam pandangan saya tentang bagaimana menikmati sepak bola, ini sangat indah. Beginilah cara mendukung timmu!” ujar Drogba.
Pernyataan tersebut menunjukkan betapa berkesannya pengalaman Drogba di stadion berkapasitas 52.000 penonton itu, meski bukan dalam suasana kompetitif seperti Liga Champions atau Liga Europa.
Ia meyakini bahwa dalam laga besar Eropa, atmosfer Ibrox bisa memberikan dampak besar pada jalannya pertandingan.
Tak hanya Drogba, sesama pemain asal Pantai Gading, Amad Diallo, juga punya kisah tersendiri di Ibrox. Winger Manchester United itu pernah menjalani masa peminjaman di Rangers pada paruh kedua musim 2021/2022.
Meski gagal meraih gelar Liga Europa usai kalah dari Eintracht Frankfurt di final, Diallo membantu Rangers menjuarai Piala Skotlandia.
Dalam unggahan di media sosial usai kemenangan tersebut, Diallo menulis: “Saya merasa sangat kecewa setelah kalah di final Liga Europa kedua saya. Tapi hari ini, lembaran baru dalam karier saya telah dimulai. Terima kasih Tuhan untuk segalanya. Kami juara!”

Drogba pun memberikan dukungan untuk juniornya itu dengan menuliskan komentar penyemangat: “Masa depan adalah MILIKMU @AmadDiallo19. Tetap semangat dan percayalah kepada Tuhan.”
Kisah kedua pemain Pantai Gading ini menunjukkan betapa besar pengaruh dan kenangan yang bisa ditinggalkan sebuah stadion—terutama Ibrox—dalam karier para pesepak bola top dunia.

