JAKARTA,TERMINALNEWS.ID– Setelah rehat selama beberapa bulan pasca berakhirnya sinetron Naik Ranjang habis masa tayangnya, artis peran Eza Gionino kembali menggeluti bidang yang berolah peran seperti yang sudah ia lakukan sebelumnya. Namun yang berbeda dari sinetron tersebut adalah posisi dirinya yang masuk di tengah-tengah perjalanan syuting. Jika di Naik Ranjang ia memulainya dari awal, maka untuk yang terbaru ini, ia justru masuk saat cerita dan prosesnya sudah berlangsung hampir setengah jalan.
Situasi dan pengalaman ini menjadi hal yang cukup baru baginya, karena harus bisa langsung menyesuikan diri dengan situasi dihadapan pemain dan awak serta kru lain dalam Cinta di Ujung Sajadah yang secara teknis sudah relatif padu. “Ini menjadi pengalaman sekaligus tantangan baru untuk saya, masuk di tengah-tengah saat proses syuting sudah berjalan beberapa waktu,”kata Eza Gionino dalam wawancara virtual pemain Cinta di Ujung Sajadah, Kamis (24/4/2025).
“Tantangan tersebut utamanya dalam aspek psikologis dan menyatukan mood dengan pemain lain karena saya sama sekali tidak tahu perjalanan dan proses syuting sebelum ini.’
Meski demikian sebagai pemain profesionla, bapak tiga anak ini mengaku tidak lama mengalami kesulitan tersebut, karena sudah punya gambaran tentang apa yang akan dilakukan. Selain itu bantuan dari kru serta pemain lain turut memperlancar tugasnya dalam peran sebagai ustad Ali.
Meski dalam sinetron ini, ia juga baru pertama kali beradu peran dengan salah satu artis yakni Cut Syiga, namun hal tersebut tak terlalu jadi tantangan baginya. “Dengan sejumlah pemain lain ada juga yang baru pertama kali kerjasama, namun alhamdulillah saya bisa dapetin itu semua karena mereka welcome sekali, humble, dibantu semua. Mulai dari cerita juga terbantu, penyutradaraan juga oke banget. Saya dibantu diarahkan untuk menjadi Ustad Adi,” ungkapnya.
Pria 34 tahun ini juga selalu observasi dan rajin berdiskusi dengan Cut Syifa agar hasil akting mereka bagus di depan kamera dan menyentuh hati penonton setianya.
“Saya udah observasi terlebih dahulu, abis itu banyak ngobrol ama Cut Syifa baiknya seperti apa, gimana kita ngebulid chemistry, gimana supaya adegan itu ada value-valuenya. Jadi setiap adegan terasa mudah,” terangnya lagi.
Eza bahkan belajar banyak dari gadis keturunan Aceh ini yang menurutnya gampang diajak kerjasama. “Alhamdulillah adek satu ini sangat komunikatif sekali, tenang, lancar, sangat humble sekali,” ucapnya.
Dia tak lupa memuji semangat Cut Syifa sebagai aktris muda yang tak pernah mengeluh selama di lokasi. Bahkan saat dirinya kelelahan menjalani syuting sampai tengah malam, Eza malah diingatkan oleh Syifa. “Lelahmu adalah lillahmu,” pungkasnya.


