BOTSWANA, TERMINALNEWS.ID – Salah satu rekor lari sprint milik Usain Bolt akhirnya tergeser setelah pelari asal Afrika Selatan, Akani Simbine, mencetak sejarah di ajang Botswana Grand Prix.
Bolt, yang dikenal sebagai manusia tercepat di dunia dengan rekor 100 meter 9,58 detik yang ia torehkan di Kejuaraan Dunia Atletik 2009 di Berlin, telah lama mendominasi dunia atletik.
Ia juga mengoleksi delapan medali emas Olimpiade dan berbagai rekor dunia lainnya di nomor 100m dan 200m.
Namun, Simbine mencatatkan prestasi luar biasa dengan menjadi pelari pertama dalam sejarah yang berhasil mencatat waktu di bawah 10 detik dalam lomba 100 meter selama 11 tahun berturut-turut. Sebelumnya, Bolt hanya mampu melakukannya selama satu dekade.

Simbine mencatat waktu 9,90 detik—waktu tercepat di dunia sejauh ini untuk tahun 2025—saat berlaga di Botswana Grand Prix, sekaligus mencatatkan pencapaian yang membuat namanya disandingkan dengan legenda seperti Bolt.
Rekor 100 Meter Bolt Bisa Pecah Karena Teknologi Trek Canggih
Meski rekor waktu Bolt masih belum tersentuh, teknologi baru berpotensi mengubah peta persaingan lari cepat dunia.
Atletik Dunia (World Athletics) kini tengah mempertimbangkan penggunaan trek lari digital atau smart track pertama di dunia yang digadang-gadang bisa mempercepat waktu lari hingga 20 persen lebih cepat dibanding trek Olimpiade Paris.
Teknologi ini dikembangkan oleh Feldspar, sebuah perusahaan yang dipimpin oleh sprinter asal Hong Kong, Alvina Chen. Trek tersebut dilengkapi sensor yang memberikan data real-time secara menyeluruh selama pertandingan berlangsung. Chen bahkan menyatakan bahwa waktu di awal 9 detik atau bahkan di bawah 9 detik mungkin bisa tercapai dengan trek ini.

Pengembangan teknologi ini melibatkan mantan sprinter Inggris, Darren Campbell, yang kini menjabat sebagai Direktur Strategi Trek Global Feldspar. Sementara itu, Tyson Gay—mantan rival Bolt dan manusia tercepat kedua di dunia—juga memberi dukungan melalui unggahan Instagram: “Tak sabar melihat perkembangan proyek ini… luar biasa.”
Jika disetujui Atletik Dunia, trek super ini bisa menjadi panggung revolusi baru dalam olahraga sprint—dan menjadi ancaman nyata bagi rekor legendaris Usain Bolt.


