MADRID, TERMINALNEWS.ID – Real Madrid dikabarkan mempertimbangkan untuk mundur dari final Copa del Rey melawan Barcelona akibat konflik yang semakin memanas dengan para wasit.
Ketegangan ini terjadi menjelang El Clasico ketiga musim ini yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu.
Ketegangan antara Real Madrid dan para ofisial pertandingan telah berlangsung sepanjang musim. Puncaknya terjadi pada Maret lalu ketika Los Blancos mengirim surat setebal empat halaman kepada otoritas wasit, menyampaikan keluhan atas kepemimpinan dua wasit usai kekalahan 0-1 dari Espanyol.
Menjelang laga final Copa del Rey, Real Madrid TV merilis video kontroversial yang menyoroti kepemimpinan wasit Ricardo de Burgos Bengoechea.
Dalam video tersebut, klub menyebut berbagai keputusan kontroversial yang merugikan mereka, baik saat ia bertugas sebagai wasit utama maupun saat menjadi bagian dari VAR.
Mereka juga menyoroti statistik kemenangan klub saat wasit tersebut memimpin pertandingan.
Dalam konferensi pers, Ricardo de Burgos Bengoechea secara emosional menanggapi video tersebut. Ia, bersama VAR yang akan bertugas di final, Pablo Gonzalez Fuertes, menyampaikan kekhawatiran atas meningkatnya serangan terhadap wasit.
“Apa yang ingin saya bahas adalah konsekuensi dari video-video seperti itu. Dalam beberapa pekan terakhir, kami melihat wasit dihina di media sosial dan komunitas kami diserang,” ujar De Burgos.
“Akibatnya, banyak anak muda yang baru mulai menjadi wasit menjadi sasaran kemarahan publik. Kita harus kembali pada sepak bola yang sehat dan bersih.”
Menurut laporan El Mundo pada Jumat malam, Real Madrid memutuskan untuk memboikot seluruh kegiatan pra-pertandingan, termasuk sesi latihan terbuka dan konferensi pers wajib.
Bahkan, mereka siap mundur dari final karena menilai wasit yang ditunjuk “tidak layak” memimpin laga sebesar itu.
Jurnalis sepak bola ternama Fabrizio Romano menyebut bahwa Real Madrid meminta pergantian ofisial pertandingan, namun permintaan tersebut belum disetujui oleh Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF).
Lebih lanjut, Presiden Real Madrid Florentino Perez dilaporkan tidak akan menghadiri jamuan makan malam resmi jelang laga. Klub raksasa Eropa yang telah mengoleksi 15 gelar Liga Champions ini bahkan meminta agar RFEF mendiskualifikasi mereka dari final, dengan alasan adanya “konflik kepentingan” yang mereka anggap serius.
Sebelumnya, ketika Real Madrid mengirim surat keberatan dan meminta rekaman audio pertandingan, Presiden La Liga Javier Tebas menyebut bahwa klub sedang “membangun narasi sebagai korban.”


