BerandaNewsNasionalAnggota Komisi I DPR...

Anggota Komisi I DPR RI Syamsu Rizal: Judi Online Sudah Memasuki Darurat Nasional

JAKARTA, TERMINALNEWS.ID – Korban judi online terus berjatuhan. Anggota Komisi I DPR RI Syamsu Rizal menilai perlu ada penetapan judi online sebagai darurat nasional.

“Satu keluarga muda di Tangerang Selatan ditemukan tewas secara bersamaan diduga karena terjerat judi online dan pinjaman online. Ayah, ibu, dan anak berumur tiga tahun meninggal bersama. Implikasi dari adanya judol ini luar biasa dan termasuk kategori extra ordinary crime,” ujar Syamsu Rizal dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (2/2/2025).

Pria yang kerap disapa Deng Ical ini menilai Judol tidak hanya memberikan dampak sosial tapi juga dampak ekonomi karena berdasarkan data PPATK, lebih dari Rp 1 trilun uang hasil judol yang masuk ke luar negeri.

Baca Juga :   RDF Plant Rorotan Aman untuk Lingkungan, Pakar ITB Pastikan Emisi Terkendali

“Bayangkan saja, setengah mati kita ajak investor masuk menanam modal sementara uang kita yang lain dibawa kabur. Bahkan Presiden membuat Inpres pembatasan perjalanan luar negeri. Tapi kita lupa kalau ada yang mesti dijaga supaya uang tidak tergerus keluar,” kata Politisi Fraksi PKB ini.

Deng Ical meminta agar penanganan judol ini tidak dilakukan parsial tapi seluruh pemangku kepentingan juga harus turut serta memberantas judol.

Semua pihak, kata Deng Ical harus terlibat mulai dari Perguruan Tinggi, alim ulama bahkan aparat Tentara Negara Indonesia (TNI) karena judol mengancam ketahanan nasional. “Presiden sudah harus bikin aturan ini dalam keadaan darurat nasional,” katanya.”

Judol, kata Deng Ical, memiliki dampak langsung dan tak langsung dalam kehidupan masyarakat.

Baca Juga :   Sutradara ‘Jumbo’ dan Tiga Pelajar Depok Raih Penghargaan WIPO, Bawa Indonesia ke Panggung Kreativitas Dunia

Bahkan, dari 270 juta masyarakat Indonesia, sebanyak 40 juta orang telah terdampak judi online. Ironisnya sebagian besar dari mereka ada di usia produktif.

“Pemain judol ini kurang lebih ada 8 juta orang di Indonesia. Kenyataan ini menyedihkan. Mereka tidak melakukan kegiatan yang produktif tapi malah terjebak permainan judol yang menyesatkan,” katanya.

Banyaknya masyarakat Indonesia masa produktif yang terlibat judol, kata Deng Ical, menandakan sumber daya manusia (SDM) mengalami degradasi kualitas.

Selain itu banyak masyarakat bawah yang jadi korban judol.

“Jangan-jangan karena judol, kita malah tidak dapat Indonesia Emas 2045,” ungkapnya lagi.

Untuk mencegah anak mudah terpapar judol, kata Deng Ical orangtua dan lingkungan sekolah juga harus berperan penting.

Baca Juga :   Mahardhika: Prabowo Adalah Negarawan Sejati

Orangtua, harus dapat memberikan pemahaman kepada anak tentang permainan judol yang menargetkan anak-anak sebagai pengguna.

Selain itu juga harus memberikan pembatasan anak menggunakan gadget.

“Harus ada pembatasan penggunaan media sosial pada anak dan unsur pendidikan serta keluarga harus terlibat untuk mencegah agar tak mudah terpapar judol,” tegasnya.

Permasalahan judol, kata Deng Ical, adalah permasalahan kompleks karena berhubungan dengan akses terhadap ISP dan juga yang melibatkan lintas negara.

Judol, katanya harus dilihat sebagai upaya negara melindungi generasi Indonesia emas.

“Jangan pandang masalah ini sebagai masalah ekonomi atau kriminalitas semata,” ungkapnya. (DaBon)

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Ronald Araujo Pilih Nomor 33 di Liverpool, Ternyata Ada Alasan Spiritual di Baliknya

TERMINALNEWS.ID, LIVERPOOL – Bek asal Uruguay, Ronald Araujo, resmi bergabung dengan...

Yovie Megananda Santosa Bantah Kliennya Tiga Kali Mangkir Tes DNA

TERMINALNEWS.ID, BANDUNG — Kuasa hukum AS, H. Yovie Megananda Santosa, S.H., M.Si.,...

Maman Abdurrahman Pastikan Status Usaha Mikro Beri Manfaat bagi Pengemudi Ojol

TERMINALNEWS.ID, JAKARTA - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman...

Mahalini Ungkap Rahasia di Balik Busana Panggungnya, Ikut Desain hingga Perhatikan Detail Jahitan

TERMINALNEWS.ID, JAKARTA - Mahalini kembali mencuri perhatian saat tampil di panggung...

- A word from our sponsors -