JAKARTA, TERMINALNEWS.ID – Ketua Umum (Ketum) PSSI, Erick Thohir, angkat bicara terkait rumor naturalisasi pemain keturunan Belanda, Mitchel Bakker, untuk Timnas Indonesia. Pemain yang kini dipinjamkan dari Atalanta ke Lille ini disebut-sebut memiliki darah Indonesia dari kakeknya yang berasal dari Maluku.
Mitchel Bakker lahir di Belanda pada 20 Juni 2000 dan berposisi sebagai bek sayap kiri. Isu mengenai garis keturunannya memunculkan harapan bahwa ia dapat memperkuat Timnas Indonesia. Namun, Erick Thohir menjelaskan bahwa pihak PSSI masih melakukan penelusuran lebih lanjut untuk memastikan kelayakan Bakker berdasarkan regulasi FIFA.
Dalam sesi jumpa pers di Menara Danareksa, Jakarta, Erick Thohir mengungkapkan bahwa hasil penelusuran awal menunjukkan garis keturunan Bakker tidak memenuhi kriteria FIFA. “Kalau Bakker, kita sudah cek. Agak sulit karena bukan sesuai dengan regulasi FIFA, yaitu harus ibu, bapak, atau kakek neneknya,” ujar Erick.
Meski demikian, PSSI masih mencari dokumen pendukung yang dapat membuktikan garis keturunan Bakker memenuhi persyaratan FIFA. “Kita masih mencari suratnya, tapi belum menemukan surat dia qualified sesuai aturan FIFA. Maunya sih mau, bagus tingginya 189 cm, bisa bermain gelandang juga,” imbuh Erick.
Bakker merupakan pemain jebolan Akademi Ajax Amsterdam. Ia promosi ke tim utama Ajax pada 2018 sebelum pindah ke Paris Saint-Germain (PSG) pada 2019. Setelah dua musim di PSG, Bakker melanjutkan kariernya ke Bayer Leverkusen pada 2021, kemudian bergabung dengan Atalanta pada 2023. Saat ini, ia sedang dipinjamkan ke Lille dan tampil di Liga Champions musim ini.
Sepanjang kariernya, Bakker belum pernah memperkuat tim senior Belanda. Namun, ia menjadi andalan di tim kelompok umur Belanda, mulai dari U-15 hingga U-21. Selain sebagai bek sayap kiri, Bakker juga memiliki kemampuan bermain sebagai bek tengah dan gelandang sayap kiri. Hal ini menjadikannya pemain yang serba bisa dan dianggap sebagai pemain keturunan “grade A.”
Erick Thohir menilai Bakker memiliki potensi besar untuk memperkuat Timnas Indonesia, terutama dengan postur tinggi 189 cm dan pengalamannya bermain di kompetisi top Eropa. Namun, proses naturalisasi harus mematuhi regulasi yang ketat.
“Kita harus pastikan semuanya sesuai aturan. Tidak hanya soal kemampuan, tetapi juga kelengkapan dokumen yang memenuhi persyaratan FIFA,” tegas Erick.
Rumor naturalisasi Bakker menambah deretan pemain keturunan yang sedang dipantau oleh PSSI untuk memperkuat Timnas Indonesia. Sebelumnya, PSSI juga aktif menelusuri sejumlah pemain dengan garis keturunan Indonesia yang bermain di luar negeri. Namun, setiap keputusan tetap harus melalui proses yang transparan dan sesuai regulasi internasional.

