BerandaEntertainmentSiasati Kurang Greeng di...

Siasati Kurang Greeng di Bioskop, Lafran Tayang di MAXStream dan My Telkomsel

JAKARTA, TERMINALNEWS.ID – Banuak tanda tanya besar, kenapa Film Lafran besutan
… kurang greeg alias kurang menarik penonton untuk mensesaki bioskop.

Padahal Lafran Pane adalah Pahlawan Nasional dan penggagas lahirnya HMI.

Sejatinya memang memproduksi film biopik riskan dari kacamata marketing. Lihat saja film  Sang Kiai, misalnya.

Banyak dipuji, bahkan menang dalam FFI 2013, tapi kurang menyedot penontom. Film ini cuma dilihat oleh sekitar  230 ribuan orang.

Jauh dari ekspektasi mengingat kaum Nahdliyin di negeri ini jumlahnya ratusan juta orang. Padahal film ini bertutur tentang sepenggal cerita dari Hadratussyeich Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama (NU).

ae 34 jpg

Tapi disisi lain ada juga film biopik yang sukses semisal  Habiebie & Ainun yang penontonnya mencapai 4,6 jutaan.

Lalu ada film Ahmad Dahlan, Sang Pencerah yang di tonton sekitar 1,3 juta orang, Buya Hamka,  dilihat oleh 1,2 juta orang.

Bahkan A Man Called Ahok yang rilis pada tahun 2018 lalu bisa menggaet 1,4 juta penonton.

Baca Juga :   Kemenpora Sambut Kedatangan Peserta SSEAYP: Kolaborasi Pemuda Konsisten Sejak 1974

Lalu bagaimana dengan film Lafran Pane? Dari informasi pelbagai sumber, penonton film ini memang kurang nendang.

Tapi ya itu tadi. Menggarap film biopik memang tak mudah untuk menarik penonton ke bioskop dibanding film horor atau drama misalnya.

Nah buat yang belum sempat ke bioskop untuk menonton Lafran Pane, ada hal menarik yang sayang banget kalau tidak dimanfaatkan.

Menyambut Hari Pahlawan Nasional, Telkomsel melalui platform Over-the-Top (OTT) MAXStream dan aplikasi MyTelkomsel Super App, menghadirkan tayangan spesial film “Lafran”.

Mulai 10 November 2024, pengguna dapat menikmati kisah inspiratif perjuangan nasionalisme yang diceritakan dalam film “Lafran” dengan mudah melalui layanan digital Telkomsel.

Film “Lafran” mengangkat kisah seorang tokoh nasional, Lafran Pane, yang memperjuangkan semangat nasionalisme Indonesia di awal kemerdekaan.

Berlatarkan masa pasca-kemerdekaan, film ini menggambarkan perjalanan Lafran dari Tapanuli Selatan menuju Jakarta hingga Yogyakarta, yang memperkaya perspektifnya sebagai seorang mahasiswa independen dengan visi kuat tentang ke-Indonesiaan.

Baca Juga :   Satu Dekade Palari Films: Dari Posesif hingga Panggung Dunia, Kini Menyusun Peta Baru

Konflik antara keislaman dan nasionalisme yang mencuat pada masa itu menjadi sorotan utama, menggambarkan keteguhan Lafran dalam memperjuangkan kemerdekaan yang tak hanya fisik tetapi juga jiwa nasionalisme bangsa.

Film yang sebelumnya tayang di bioskop pada Juni 2024 ini merupakan hasil karya dari Reborn Intiatives dan Radepa Studio.

Kini, dengan kolaborasi bersama Telkomsel, film “Lafran” dapat dinikmati oleh lebih banyak penonton melalui MAXStream dan MyTelkomsel Super App, memberikan kesempatan bagi mereka yang belum sempat menyaksikannya di layar lebar.

Lesley Simpson, Vice President Digital Lifestyle Telkomsel, menyatakan, “Kami berharap film ‘Lafran’ bisa disaksikan oleh ribuan bahkan jutaan penonton yang belum dapat menikmatinya di layar bioskop sebelumnya. Selain memperingati Hari Pahlawan, kami ingin menghadirkan film nasional bertema kepahlawanan yang mampu memberi motivasi dan menumbuhkan semangat nasionalisme bagi masyarakat Indonesia.”

Baca Juga :   Selamat Natal! Film AGAK LAEN: Menyala Pantiku! Pecah Rekor Jadi Top 3 Film Indonesia Terlaris Sepanjang Masa.

Ia menambahkan bahwa Telkomsel berkomitmen menghadirkan hiburan berkualitas yang tidak hanya menghibur namun juga menginspirasi dan memberikan dampak positif bagi penonton.

Ahmad Doli Kurnia, Produser Eksekutif film “Lafran,” mengucapkan terima kasih kepada Telkomsel atas dukungan dan kolaborasinya.

“Film ‘Lafran’ adalah bentuk penghargaan terhadap semangat kepahlawanan dan nilai nasionalisme yang selalu relevan sepanjang masa. Dengan kehadirannya di MAXStream dan MyTelkomsel Super App, kami berharap pesan inspiratif yang dibawakan film ini dapat diterima baik oleh generasi muda dan keluarga Indonesia,” jelas Doli.

Akan halnya Avesina Soebil sang produser. Ia bertutur, bahwa  film Lafran merupakan inisiatif senior KAHMI, setelah perjuangan Lafran Pane menjadi pahlawan nasional. Lalu lepas terbitnya buku biografi Lafran Pane, dibuatlah film ini.

Tapi karena organisasi independent, pembuatan filmnya jadi lumayan memakan waktu yang cukup lama. Kerja keras banget, pokoknya,”  pungkasnya. (Ncank Mail)

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution Meninggalkan Ruang Rapat Paripurna DPRD Sumut, Ini Kata Politisi Nasdem Sumut

NasDem : Hentikan Sikap Arogansi Gubernur Sumut Medan – Keputusan Gubernur Sumut...

Taksi Gelap Viral di Medsos Diduga Rugikan Penumpang, Kepala Terminal Kalideres Imbau Gunakan Angkutan Resmi

Laporan wartawan Terminalnews.id/Budi Utomo TERMINALNEWS.ID, JAKARTA – Viral di media sosial sebuah...

Kementerian UMKM dan BPOM Percepat Akses Perizinan UMK Pangan Olahan

TERMINALNEWS.ID, JAKARTA - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama...

Kasus Kasat Narkoba Tangsel Diusut Bareskrim, Polri: Anggota Terlibat Narkoba Akan Ditindak Tegas

TERMINALNEWS.ID, JAKARTA – Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri terus...

- A word from our sponsors -