JAKARTA, TERMINALNEWS.ID — LEO Pictures mempersembahkan sebuah film yang dijamin menyentuh hati, “Bila Esok Ibu Tiada,” dengan sutradara Rudi Soedjarwo yang dikenal lewat sentuhan emosionalnya. Diadaptasi dari novel laris karya Nagiga Nuy Ayati, film ini dibintangi oleh para aktor dan aktris terbaik Indonesia, termasuk Christine Hakim, Slamet Rahardjo, Adinia Wirasti, Fedi Nuril, Amanda Manopo, dan Baim Wong.
“Bila Esok Ibu Tiada” mengisahkan kehidupan sebuah keluarga yang sangat bergantung pada cinta dan pengorbanan seorang ibu (Christine Hakim). Sosok ibu dalam film ini adalah jiwa keluarga yang selalu hadir dengan kasih tanpa syarat untuk anak-anaknya: Ranika (Adinia Wirasti), Rangga (Fedi Nuril), Rania (Amanda Manopo), dan Hening (Yasmin Napper).
Ketika sesuatu yang tak terduga menimpa sang ibu, keempat anak ini harus menghadapi kenyataan yang pahit dan belajar menjalani hidup tanpa kehadiran sosok yang selama ini menjadi sumber kekuatan mereka.
Menghadapi situasi sulit ini, mereka menemukan bahwa cinta seorang ibu tidak pernah benar-benar hilang, dan justru dari kenangan bersamanya, mereka saling mendukung dan tetap bertahan. Mampukah mereka menjaga ikatan keluarga dan tetap tegar meski kehilangan besar telah mengubah kehidupan mereka?

Agung Saputra, sang produser, menyampaikan bahwa film ini dirancang untuk membawa penonton pada perjalanan emosional yang penuh makna.
“Yang ingin kami kedepankan adalah rasa. Kami memilih pemeran dengan penuh pertimbangan agar cerita ini benar-benar terasa hidup. Kami percaya ‘Bila Esok Ibu Tiada’ akan menyentuh hati penonton dan meninggalkan kesan mendalam. Jangan lupa siapkan tisu karena film ini pasti akan mengundang air mata,” ungkap Agung saat konferensi pers Kamis (30/10/2024) di XXI Plaza Indonesia, Jakarta Pusat.
Rudi Soedjarwo, sutradara film ini, juga menyampaikan kesan pribadinya. “Bagi saya, ibu adalah segalanya. Saya lebih dekat ke ibu daripada ke bapak, jadi saat mendapat proyek ini, saya merasa sangat tersentuh. Ibu saya sendiri sudah berusia 90 tahun, dan rasanya menggarap film ini seperti merenungkan kembali tentang pentingnya ibu dalam hidup kita. Saya berharap film ini membuat banyak orang sadar untuk lebih menghargai waktu bersama ibu dan orang-orang tercinta sebelum segalanya terlambat.”
Sementara itu, Christine Hakim, yang memerankan tokoh ibu dalam film ini, merasa bahwa karakter ini lebih dari sekadar peran. “Memerankan ibu adalah perjalanan spiritual bagi saya. Cinta seorang ibu itu begitu dalam dan penuh keikhlasan yang sering kali melampaui apa pun yang bisa kita bayangkan. Meski saya tak memiliki anak kandung biologis, saya bersyukur bisa menjadi ‘ibu’ bagi banyak orang di sepanjang karier saya,” ujarnya penuh perasaan.
Ajak Penonton Merenungkan Makna Keluarga dan Kehadiran Ibu
“Bila Esok Ibu Tiada” bukan hanya sebuah drama keluarga, tetapi juga sebuah ajakan bagi kita semua untuk merenungkan betapa pentingnya waktu bersama ibu dan keluarga. Film ini menjadi sebuah karya yang menginspirasi, mengingatkan kita bahwa cinta ibu dan keluarga adalah kekuatan yang tak tergantikan. Jangan lewatkan film ini di bioskop dan rasakan sendiri perjalanan emosional yang dihadirkan oleh para pemeran hebat ini.
Dengan tema yang relevan bagi semua orang dan kisah yang menyentuh, “Bila Esok Ibu Tiada” siap mengajak penonton untuk merenungkan dan menghargai cinta serta pengorbanan tanpa syarat dari sosok seorang ibu. Film ini bukan hanya hiburan, melainkan sebuah refleksi tentang kasih sayang yang tak pernah pudar

