BerandaNewsNasionalUpacara Cioko (Ullambana) Ritual ...

Upacara Cioko (Ullambana) Ritual  Mengantar Arwah Leluhur Masyarakat Keturunan Tionghoa

TANGERANG, TERMINALNEWS.ID – Masyarakat Tionghoa percaya, bahwa alam ini dipenuhi oleh roh. Baik roh anggota keluarga sendiri,  maupun roh-roh yang bergentayangan karena tidak diurus oleh keluarganya.

Agar roh-roh itu tenang, dan mendapatkan tempat istirahat yang baik, setiap tahun masyarakat Tionghoa mengadakan upacara Cioko atau Ulambana, atau sembahyang arwah bagi arwah para leluhur, maupun arwah-arwah bentayangan tidak diurus. Ritual ini diadakan pada bukan ketujuh menurut kalender Cina//

Wihara Nimalla / Klenteng Boen San Bio yang terletak di Jalan Pasar Lama Tangerang, Kamis malam 29 Agustus 2024 menggelar ritual Cioko yang cukup besar. Ritual ini diadakan bersama-sama dengan wihara lain yang ada di Jakarta dan Tangerang, karena biayanya yang sangat besar.

Upacara dipimpin oleh tiga orang biksu dan beberapa biksu yang didatangkan khusus dari Cina daratan, dibantu oleh beberapa biksu lainnya. Mereka melafalkan doa-doa dan membacakan kitab suci agama Budha beraksara Cina.

Baca Juga :   Pemkot Jakbar Cari Lokasi Baru untuk GKRI Imanuel

Sementara itu alunan musik suona,  sejenis terompet dalam musik tradisional Cina, dan alat musik petik berdawai dua, hampir sepanjang upacara dimainkan. Empat orang biksu pembantu,  selain membacakan kitab suci,  juga memegang alat musik yang memberi aksen bunyi-bunyian pada musik tradisional Cina.

Upacara dilanjutkan dengan menggelar kain putih panjang yang disambung dari meja di depan para biksu memimpin doa,  hingga ke patung setan baik berwarna hitam dengan mata menyala. Di bawahnya dipasang lilin yang terus menyala.

Di atas kain putih itu, para keluarga membawa kertas-kertas nama keluarga mereka yang telah meninggal dunia,  dalam aksara Cina. Bentangan kain putih merupakan simbol Jembatan,  yang akan membawa arwah keluarga ke dalam perahu.

Miniatur perahu berbentuk naga dan bangunan rumah di tengahnya,  merupakan tempat arwah dan para keluarga menaruh perbekalan untuk para arwah, dalam perjalanannya menuju keabadian.

Baca Juga :   Menag Nilai Natal Nasional 2025 Sarat Makna Kebangsaan dan Kepedulian Sosial

Di akhir acara, perahu dan patung setan baik yang memegang senjata tongkat trisula itu dibakar. Petanda para arwah sudah dikawal oleh setan baik itu melakukan perjalan menuju alam keabadian. Selama api membakar perahu dan patung setan baik, dua liong yang dimainkan oleh sejumlah pemuda dimainkan sambil mengelingi kobaran api. Masyarakat keturunan Tionghoa yang datang dari Tangerang, Jakarta maupun Bogor,  menyaksikan acara itu hingga api padam.

Menurut Yan Suharlim, atau biasa dipanggil Koh Bebeng, Pembina Yayasan Wihara Nimmala, ritual Cioko di Boen San Bio sudah diadakan sejak ratusan tahun lalu.  Kelenteng Boen San Bio yang di sebelahnya terdapat Wihara Budha Nimalla,  telah berdiri sejak tahun 1689. Kegiatan ini sempat dilarang di masa Orde Baru, dan baru diadakan lagi di era Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Baca Juga :   Bali Spirit Festival: Saat Ubud Menjual “Ketenangan” ke Dunia

“Apacara ini namanya Cioko atau Cau Hu. Dalam bahasa Sangsekertanya Ullambana. Acara itu merupakan pelimpahan jasa terhadap arwah-arwah yang terlantar maupun arwah leluhur kita. Jadi kita bisa melimpahkan jasa kita, perbuatan baik kita, kepada arwah leluhur yang telah meninggal. Supaya mereka di sana tidak ada beban. Dan kita dalam agama Budha percaya adanya reinkarnasi. Jadi supaya mereka lahir kembali sebagai manusia,” tutur Koh Bebeng.

Selain upacara Cioko atau Ullambana, Vinara Nimmala dan Klenteng Boen San Bio juga membagikan sembako untuk masyarakat sekitar yang membutuhkan. “Kita jemaat di wihara ini masing-masing memberikan sumbangan sukarela. Sumbangan itu kita salurkan bagi masyarakat sekitar wihara yang membutuhkan,” kata Thio Cay Hwat, Ketua Umum Yayasan Nimmala. (hw)

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Kapal Pesiar ‘Anthem of the Seas’ Merapat ke Bali

BENOA, TERMINALNEWS.ID - Indonesia semakin diperhitungkan sebagai destinasi kapal pesiar global....

Kisah Inspiratif! Bripda Zainal, Santri yang Kini Jadi Anggota Brimob

JAKARTA, TERMINALNEWS.ID  – Bripda Muhammad Zainal Fajar, anggota Brimob Polda Metro...

Optimalisasi Penyidikan TPPU Dan Restorative Justice, Bareskrim Polri Gelar Asistensi Di Polda Metro Jaya

JAKARTA, TERMINALNEWS.ID – Dalam rangka mengoptimalkan penyidikan Tindak Pidana Pencucian Uang...

Artis Cilik asal Malaysia Al Mishary Gandeng Penyanyi Dangdut Indonesia Khairat KDI

JAKARTA, TERMINALNEWS.ID - Artis Cilik asal Malaysia Al Mishary gandeng penyanyi...

- A word from our sponsors -