JAKARTA, TERMINALNEWS.ID – Kejuaraan panahan bertajuk 9th Kartini International Archery Championship 2026 resmi berakhir pada Sabtu (25/4/2026). Ajang yang berlangsung sejak 23 hingga 25 April 2026 ini diikuti oleh atlet-atlet dari berbagai klub di Indonesia serta peserta dari negara tetangga, Malaysia.
Para peserta menilai kejuaraan ini berjalan dengan sangat baik dan memberikan manfaat besar dalam meningkatkan kemampuan serta pengalaman bertanding atlet panahan, khususnya bagi atlet usia dini.
Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi DKI Jakarta, Zuhud Pana Graha, menegaskan bahwa turnamen yang digelar dalam rangka memperingati Hari Kartini ini layak dijadikan barometer prestasi atlet panahan muda.
“Kejuaraan ini sangat bagus untuk mengasah teknik dan menambah pengalaman bertanding para atlet panahan tanah air, khususnya atlet dari DKI Jakarta,” ujar Zuhud menjelang penutupan di Lapangan Panahan Gelora Bung Karno, Senayan.

Ia juga menegaskan dukungan penuh pihaknya terhadap penyelenggaraan kejuaraan tersebut, termasuk dengan menerjunkan tim pemantau atlet.
“Di kejuaraan ini kami menurunkan beberapa pemantau untuk melihat langsung penampilan atlet muda DKI Jakarta,” jelasnya.
Menurut Zuhud, pemantauan ini menjadi bagian dari upaya menjaring atlet potensial yang akan dipersiapkan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang.
Kepuasan atas penyelenggaraan kejuaraan ini juga disampaikan oleh sejumlah klub peserta. Perwakilan klub FAST Kota Malang, Arif Aminuddin, mengaku puas dengan penyelenggara dan siap kembali berpartisipasi tahun depan.
“Alhamdulillah terima kasih kepada seluruh panitia atas kerja kerasnya sehingga acara sukses. Kami pulang ke Malang membawa piala. Sampai jumpa tahun depan,” ujarnya.
Apresiasi serupa juga datang dari klub BSAC Belitung yang menyampaikan terima kasih kepada panitia, khususnya Ketua Panitia Indrie HP Koentjoro, atas terselenggaranya ajang ini dengan baik.

Sementara itu, perwakilan dari Penang, Malaysia, melalui Coach Ain, mengungkapkan kebanggaannya atas performa atlet muda mereka yang mampu bersaing dengan peserta yang lebih senior.
“Alhamdulillah atlet muda Penang mampu bersaing. Kami berharap bisa kembali berpartisipasi tahun depan,” katanya.
Ketua Penyelenggara, Indrie HP Koentjoro, menyebut mayoritas peserta, terutama yang berusia sekitar 13 tahun, merasa puas dengan kejuaraan ini. Bahkan, banyak dari mereka sudah berkomitmen untuk kembali berlaga pada edisi 2027.
“Mereka tidak hanya ingin kembali sebagai peserta, tetapi juga bertekad memperbaiki rekor dengan mengejar skor sempurna 360,” ujar Indrie.

Kesuksesan penyelenggaraan tahun ini diharapkan menjadi pondasi kuat bagi perkembangan olahraga panahan di Indonesia, khususnya dalam mencetak atlet muda berprestasi di level nasional maupun internasional.


