CHICAGO, TERMINALNEWS.ID – Chicago Bulls merupakan salah satu waralaba NBA yang paling ikonik dan melekat dalam benak para penggemar basket dunia.
Sama seperti Los Angeles Lakers, Boston Celtics, atau New York Knicks, nama Chicago Bulls langsung terbayang ketika membicarakan sejarah panjang NBA. Dengan logo khas dan deretan pemain legendaris, Bulls menjadi simbol kejayaan bola basket, terutama di era 1990-an.
Sejak berdiri pada musim 1966-67, Chicago Bulls telah tampil di babak playoff sebanyak 36 kali dari 59 musim. Namun menariknya, mereka hanya pernah menjuarai NBA dalam satu dekade saja—yakni tahun 1990-an—di mana mereka sukses meraih enam gelar juara bersama Michael Jordan dan kawan-kawan.
Sayangnya, dalam beberapa tahun terakhir, performa Bulls menurun drastis. Di bawah kepemilikan Jerry Reinsdorf, tim ini hanya sekali lolos ke playoff dalam delapan musim terakhir, dengan berbagai keputusan manajemen yang dinilai keliru. Meski begitu, kenangan manis akan para legenda tetap hidup. Berikut adalah daftar 10 pemain terbaik sepanjang masa dalam sejarah Chicago Bulls. Apakah ada pemain era sekarang yang mampu menembus daftar ini?
10. Toni Kukoc
Peran Penting dalam Tiga Gelar Beruntun Kedua Bulls

Toni Kukoc, pemain asal Kroasia, bergabung dengan Bulls pada 1993, sebelum pemain Eropa menjadi populer di NBA. Ia dikenal sebagai salah satu stretch big orisinal yang mampu menembak dari luar dengan baik. Dalam tujuh musim di Chicago, Kukoc mencetak rata-rata 14,1 poin dan 4,8 assist per pertandingan, termasuk musim 1995-96 saat ia mencatat akurasi tembakan tiga angka di atas 40%.
Kukoc punya peran penting dalam tiga gelar Bulls dari 1996 hingga 1998. Ketangguhannya membuatnya pantas menempati peringkat ke-10 dalam daftar ini.
9. Jimmy Butler
Bintang yang Tumbuh di Chicago Sebelum Bersinar di Tempat Lain

Jimmy Butler memulai karier NBA-nya di Chicago dan berkembang menjadi bintang selama enam musim. Meski kini dikenal sebagai pemimpin Miami Heat, Butler membangun fondasi permainannya di bawah asuhan Tom Thibodeau bersama pemain seperti Derrick Rose dan Joakim Noah.
Selama di Bulls, Butler mencatat rata-rata 15,6 poin, dan sempat mencapai performa puncak antara 2015-2017 dengan angka 21,7 poin, 5,8 rebound, dan 4,6 assist. Namun, hanya tiga musim All-Star-nya yang tercipta bersama Bulls, sehingga ia berada di posisi sembilan.
8. Joakim Noah
Energi dan Semangat Tanpa Henti dari Sang Center Karismatik

Joakim Noah adalah simbol kerja keras dan semangat juang Bulls di era pasca-Jordan. Pemain bertipikal serba bisa ini dikenal sebagai rebounder dan defender tangguh. Dalam sembilan musim, ia membukukan rata-rata 9,3 poin, 9 rebound, dan 1,4 blok per gim.
Noah pernah meraih gelar Defensive Player of the Year tahun 2014 dan bahkan menempati posisi keempat dalam pemungutan suara MVP tahun itu. Karakternya yang penuh semangat menjadikannya favorit di hati para fans Chicago.
7. Horace Grant
Andalan Bulls dalam Tiga Gelar Pertama

Horace Grant memainkan peran penting dalam tiga gelar pertama Bulls bersama Jordan dan Pippen. Dalam tujuh musim, ia mencatat rata-rata 12,6 poin dan 8,6 rebound serta dua kali masuk tim All-Defensive NBA.
Meski kemudian pindah ke rival Bulls saat itu, Orlando Magic, kontribusinya selama era awal kejayaan Bulls tidak bisa dilupakan.
6. Dennis Rodman
Raja Rebound dan Jiwa Petarung dalam Tiga Musim

Dennis Rodman hanya bermain tiga musim di Chicago, tapi kehadirannya sangat berpengaruh. Dikenal dengan gaya eksentrik dan semangat bertarung tinggi, Rodman menjadi elemen penting dalam tiga gelar Bulls dari 1996 hingga 1998.
Meski hanya mencetak rata-rata 5,2 poin, Rodman memimpin NBA dalam kategori rebound selama tiga musim berturut-turut bersama Bulls, dan dikenal sebagai salah satu pemain bertahan terbaik dalam sejarah liga.
5. Artis Gilmore
Legenda Terlupakan yang Dominasinya Tak Terbantahkan

Artis Gilmore mungkin tidak sering disebut, namun ia adalah salah satu pemain paling dominan dalam sejarah Bulls. Bermain selama enam musim, Gilmore mencatat rata-rata 20,1 poin, 11,5 rebound, dan 2,2 blok per gim.
Empat kali All-Star bersama Chicago, Gilmore adalah pemain menakutkan di area paint dan memiliki karier Hall of Fame yang layak dikenang.
4. Bob Love
Pencetak Poin Andal di Era 70-an

Bob Love merupakan bintang utama Bulls di era 1970-an. Dari tahun 1970 hingga 1976, ia mencetak rata-rata 22,6 poin dan 7,1 rebound. Penampilannya di playoff juga solid, dengan rata-rata 22,9 poin dalam 47 gim pascamusim.
Love menjadi simbol Bulls sebelum era Jordan, dan masih dikenang sebagai salah satu pencetak skor terbaik tim.
3. Derrick Rose
Putra Daerah dengan Kisah Penuh Haru

Derrick Rose adalah MVP termuda dalam sejarah NBA dan harapan besar Bulls setelah era Jordan. Dipilih sebagai pick pertama pada 2008, Rose mencetak rata-rata 19,7 poin dan 6,2 assist dalam tujuh musim di Chicago.
Sayangnya, cedera lutut parah tahun 2012 menghentikan laju kariernya yang luar biasa. Meski begitu, musim MVP 2010-11 miliknya tetap dikenang sebagai salah satu musim paling menakjubkan dalam sejarah NBA.
2. Scottie Pippen
Partner Setia MJ dan Pilar Kejayaan Bulls

Scottie Pippen adalah penopang utama Bulls di balik kejayaan enam gelar juara. Dalam 12 musim, ia mencatat rata-rata 17,7 poin, 6,7 rebound, dan mencetak prestasi luar biasa: tujuh kali All-Star, tujuh All-NBA, dan delapan kali masuk All-Defensive Team.
Pippen bahkan memimpin Bulls saat Jordan pensiun sementara di tahun 1994, dan menempati posisi ketiga dalam voting MVP tahun itu. Tak diragukan lagi, ia adalah salah satu small forward terbaik sepanjang masa.
1. Michael Jordan
Legenda Terbesar dalam Sejarah NBA dan Chicago Bulls

Siapa lagi kalau bukan Michael Jordan di posisi teratas? Dengan enam gelar juara, enam kali Finals MVP, dan 10 gelar top skor NBA, Jordan adalah ikon olahraga yang melampaui zamannya.
MJ bermain selama 13 musim di Chicago dan mencetak 12 kali All-Star, 11 kali All-NBA, serta sembilan kali masuk tim All-Defensive. Ia juga dikenal luas lewat warisan off-court seperti merek Air Jordan, iklan legendaris, dan momen-momen clutch yang tak terlupakan.
Jordan bukan hanya pemain terbaik Bulls, tapi juga dianggap sebagai GOAT (Greatest of All Time) dalam sejarah NBA.


