JAKARTA, TERMINALNEWS.ID – Dua mantan pesepak bola nasional, Maman Suryaman dan Tias Tano Taufik, mendapat apresiasi atas kiprah mereka sebagai talent scouting dalam ajang Liga Jakarta U-17 Piala Gubernur 2025.
Keduanya dipercaya untuk menjaring dan mengidentifikasi pemain muda berbakat dari kompetisi yang dibuka secara resmi oleh Gubernur Jakarta, Pramono Anung, pada awal Mei lalu.
Pada Sabtu (19/7) pekan lalu, wartawan olahraga senior, Yon Moeis bertemu dengan Maman dan Tias di Pancoran Soccer Field, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, di sela-sela pertandingan Liga Jakarta U-17 yang kini tengah memasuki akhir putaran pertama dan dijadwalkan rampung pada awal Agustus 2025.
Menurut Yon Moeis, peran yang dijalani Maman dan Tias bukan hanya penting, tetapi juga menyenangkan dan penuh makna.

“Tugas negara yang sungguh menyenangkan,” kata Yon, menirukan ucapan Tias Tano Taufik. “Tugas ini bukan hanya menyenangkan, tapi juga sungguh mulia.”
Telah Jaring 50 Pemain Muda Bertalenta
Proyek scouting ini dipimpin oleh Erwiyantoro, yang juga memuji dedikasi Maman dan Tias dalam menemukan pemain-pemain muda potensial.
“Dedikasi dan loyalitas Maman dan Tias sungguh luar biasa,” ujarnya.
Hingga pertengahan Juli, keduanya sudah berhasil menjaring 50 pemain muda berbakat dari berbagai tim yang tampil di Liga Jakarta U-17. Seleksi dilakukan secara ketat demi menemukan talenta terbaik yang akan menjadi masa depan sepak bola Indonesia.
“Mereka yang terpilih adalah yang terbaik dari yang terbaik,” kata Maman Suryaman.
“Kami berdua tidak akan pernah lelah mencari pemain-pemain berbakat yang jumlahnya ribuan,” sambung Yon Moeis, mengutip semangat Maman.
Rekam Jejak Gemilang Dua Legenda Sepak Bola Nasional
Yon Moeis mengenal baik perjalanan karier Maman dan Tias, yang menurutnya selalu meninggalkan kesan positif di dunia sepak bola Indonesia.

“Saya tak ragu memuji keduanya sebagai pemain yang selalu meninggalkan jejak yang baik setiap kali turun ke lapangan,” kata Yon.
Maman Suryaman lahir di Bekasi pada 15 Januari 1964. Ia mengawali karier profesionalnya bersama Persikasi Bekasi tahun 1978, kemudian bermain untuk sejumlah klub besar seperti Persib Bandung, Warna Agung, Pelita Jaya, dan Persija Jakarta.
Sebagai pemain nasional, Maman tampil di berbagai ajang internasional seperti SEA Games 1989 (Kuala Lumpur) dan 1991 (Manila – meraih medali emas), Pra Piala Dunia 1989, dan Pra Olimpiade 1991. Setelah gantung sepatu, Maman melanjutkan karier sebagai pelatih di Persija (1992–1994 dan 2010), Persiraja Banda Aceh, hingga Sriwijaya FC (2005). Ia juga aktif sebagai instruktur pelatih dan pengurus organisasi sepak bola.
Sementara itu, Tias Tano Taufik yang lahir di Banda Aceh pada 26 Juni 1964, juga memiliki catatan karier yang gemilang. Ia tampil bersama timnas junior pada 1983–1985, lalu menjadi bagian dari skuad SEA Games 1985 (Bangkok) dan 1987 (Jakarta – meraih medali emas). Di level klub, Tias bermain untuk Persija, Pelita Jaya, dan Persikota Tangerang.
Setelah pensiun sebagai pemain, Tias terjun ke dunia kepelatihan. Ia pernah menangani Persipasi (2007), menjadi asisten pelatih timnas senior (2009), serta melatih timnas U-14 (2010).

Masa Depan Sepak Bola Jakarta dan Indonesia
Dengan pengalaman dan integritas yang dimiliki, kehadiran Maman dan Tias sebagai talent scouting dalam Liga Jakarta U-17 Piala Gubernur 2025 menjadi langkah strategis dalam mencetak generasi pesepak bola masa depan.
Kompetisi usia muda ini tidak hanya menjadi ajang prestasi, tetapi juga wadah untuk memupuk potensi, karakter, dan semangat sportivitas anak-anak muda Jakarta yang kelak bisa mengharumkan nama Indonesia di pentas dunia.
