TERMINALNEWS.ID, JAKARTA — Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat, Drs. Arifin, M.A.P., secara resmi membuka Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Angkatan ke-66 PWI Provinsi DKI Jakarta, Senin (5/10), di Ruang Serbaguna Besar Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat.
UKW Angkatan ke-66 PWI Jaya tersebut diikuti 21 peserta yang terbagi dalam empat kelas kategori Muda dan satu kelas kategori Madya.
Dalam sambutannya, Arifin mengucapkan selamat kepada seluruh peserta sekaligus menekankan pentingnya kompetensi dalam meningkatkan profesionalisme wartawan.

“Kompetensi tak bisa dilepaskan sebagai bagian yang tak terpisahkan dari peningkatan kemampuan, sebagaimana juga untuk ASN (Aparatur Sipil Negara),” ujar Arifin.
Menurutnya, perkembangan teknologi informasi membuat arus informasi semakin cepat. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi wartawan untuk memastikan setiap informasi yang disampaikan kepada masyarakat benar-benar akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Sekarang semua serba cepat, di semua platform, termasuk media sosial. Tantangannya bagi wartawan adalah bagaimana mendapatkan informasi yang akurat dan bertanggung jawab, termasuk dalam hal validasi dan akurasinya,” jelas Arifin.
Ia menambahkan, pemerintah tidak mungkin berjalan sendiri dalam menyampaikan berbagai program kepada masyarakat. Karena itu, sinergi dengan media dan wartawan menjadi bagian penting dalam memastikan informasi pemerintah dapat diterima publik secara tepat.

“Tidak mungkin pemerintah tidak bergandeng tangan dengan wartawan dalam menyampaikan program-program kepada masyarakat,” katanya.
Arifin mencontohkan program Pemprov DKI Jakarta terkait pemilahan dan pengelolaan sampah. Menurut dia, program seperti pemilahan sampah organik dan anorganik hingga tingkat RT membutuhkan dukungan media agar dapat diketahui dan dipahami masyarakat.
“Misalnya, bagaimana Pemprov DKI Jakarta menyampaikan program ‘Pilah Sampah’. Pengelolaan sampah organik dan anorganik dari tingkat RT, kemudian didaur ulang dan dijual,” paparnya.
Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain jajaran Pemkot Administrasi Jakarta Pusat, termasuk Asisten Pemerintahan (Aspem) dan Kepala Suku Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik).
PWI Jaya Apresiasi Pemkot Jakarta Pusat
Ketua PWI Jaya, Kesit Budi Handoyo, menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Jakarta Pusat yang kembali bersedia menjadi tuan rumah pelaksanaan UKW PWI Jaya.

Kesit mengungkapkan, Arifin sebelumnya juga menjadi tuan rumah UKW PWI Jaya Angkatan ke-65 yang digelar pada akhir Mei 2026.
“Pak Arifin sudah berbaik hati menjadi tuan rumah UKW Angkatan ke-65 PWI Jaya, akhir Mei 2026. Waktu itu, Pak Wali Kota berharap semua peserta kompeten. Harapannya terkabulkan. Semoga kali ini demikian juga, peserta 100 persen kompeten,” ujar Kesit.
Sementara itu, Head of Media Relations Division Astra, Ahmad Muhibbuddin, menyampaikan kebanggaannya dapat kembali berpartisipasi dalam pelaksanaan UKW PWI Jaya.
Ia mengatakan, Astra telah lama menjadi mitra strategis PWI Pusat dan terbuka untuk terus menjalin kerja sama dengan PWI Jaya.
“Astra itu mempunyai banyak program, apalagi tahun 2026, saat Astra berusia 70 tahun,” kata Ahmad.
Ia kemudian menyampaikan tema peringatan 70 tahun Astra, yakni “70 Tahun Astra, Berkarya Bersama Bangsa.”

PWI Pusat Dorong Penguatan Pelatihan Wartawan
Wakil Ketua Bidang Pendidikan PWI Pusat, Agus Sudibyo, dalam kesempatan tersebut menyoroti pentingnya pelatihan bagi wartawan. Menurutnya, pelatihan justru memiliki peran yang sangat strategis dalam meningkatkan kapasitas wartawan, di samping pelaksanaan UKW.
Karena itu, Bidang Pendidikan PWI Pusat, kata Agus, akan melakukan reorientasi terhadap pelaksanaan UKW dan berbagai program pelatihan wartawan.
“UKW itu sertifikasi, bukan pelatihan. Ke depan, Bidang Pendidikan akan melakukan reorientasi. UKW penting, namun pelatihan-pelatihan jauh lebih penting; pelatihan dasar, mental, dan etika,” jelas Agus.

Agus yang juga Ketua Dewan Pengawas TVRI itu selanjutnya mengingatkan seluruh peserta UKW Angkatan ke-66 PWI Jaya agar mengikuti setiap mata uji dengan serius.
Ia juga meminta peserta mempersiapkan mental untuk menerima apa pun hasil ujian yang diperoleh.
“Pada setiap UKW ada dua kemungkinan, yakni lolos atau lulus, dan tidak lolos atau lulus. Nah, mentalnya harus siap,” tegas Agus.

