PARIS, TERMINALNEWS.ID – Paris Saint-Germain (PSG) sukses meraih trofi Liga Champions pertama mereka usai menghancurkan Inter Milan 5-0 di final yang berlangsung pada Sabtu malam (31/5/2025).
Kemenangan telak tersebut menjadi sorotan dunia, namun di sisi lain memunculkan kekhawatiran di kubu Tottenham Hotspur jelang laga Piala Super Eropa 2025.
Gol-gol dari Désiré Doué (dua gol), Achraf Hakimi, Khvicha Kvaratskhelia, dan wonderkid berusia 18 tahun Senny Mayulu membawa PSG mengukir sejarah sebagai juara Eropa.
Di sisi lain, Tottenham juga tampil impresif musim ini dengan menjuarai Liga Europa setelah menaklukkan Manchester United 1-0 di final.

Kini, The Lilywhites punya kesempatan meraih trofi kedua dalam waktu singkat setelah mengakhiri puasa gelar selama 17 tahun.
Tottenham akan menghadapi PSG di final Piala Super Eropa yang dijadwalkan berlangsung pada 13 Agustus 2025 di Stadio Friuli, Italia.
Di atas kertas, PSG memang tampak sangat dominan. Banyak penggemar yang bahkan menyindir bahwa PSG bisa saja mencetak begitu banyak gol ke gawang Spurs.
Namun, ada beberapa faktor yang justru bisa menguntungkan tim asal London Utara tersebut.
Keuntungan Tottenham Jelang Piala Super Eropa 2025
Tottenham diprediksi akan tampil dengan skuad yang lebih segar. Beberapa pemain kunci mereka diperkirakan sudah pulih dari cedera setelah musim panjang 2024/25. Selain itu, ada satu regulasi FIFA yang berpotensi menjadi keuntungan besar bagi Spurs.

Setelah menjuarai semua kompetisi musim ini dan meraih treble historis, PSG harus menghadapi padatnya jadwal internasional. Banyak pemain mereka akan tampil di Kualifikasi Piala Dunia, disusul dengan turnamen Piala Dunia Antarklub 2025 yang akan digelar di Amerika Serikat.
Turnamen ini diikuti oleh 32 tim dan menawarkan hadiah besar senilai £775 juta, termasuk hampir £100 juta bagi juara.
Namun, FIFA mewajibkan setiap pemain mendapatkan waktu istirahat minimal tiga pekan setelah mengikuti turnamen besar.
Jika PSG mencapai final Piala Dunia Antarklub yang dijadwalkan pada 13 Juli 2025 di Stadion MetLife, New York, maka pemain-pemain inti mereka baru bisa mulai libur musim panas saat itu.
Artinya, mereka paling cepat baru kembali pada 3 Agustus — hanya 10 hari sebelum Piala Super Eropa.
Pelatih Luis Enrique kemungkinan besar harus mengatur menit bermain secara hati-hati demi menjaga kebugaran pemainnya.
Di sisi lain, Tottenham akan berada dalam kondisi lebih siap. Mereka akan menjalani pramusim dan memiliki waktu istirahat cukup panjang sebelum Premier League dimulai beberapa hari setelah laga Piala Super Eropa.
Kondisi ini membuat Spurs berpotensi tampil lebih tajam secara fisik.
PSG Bisa Tampil Tanpa Kekuatan Penuh?
Jadwal padat dan minimnya waktu istirahat membuat PSG terancam tampil tanpa kekuatan terbaik di Stadio Friuli. Terlebih, turnamen Piala Dunia Antarklub ini digelar hanya satu tahun sebelum Piala Dunia 2026, membuat banyak pemain internasional terancam bermain nyaris tanpa jeda selama hampir tiga tahun.
Situasi ini bisa dimanfaatkan Tottenham untuk mengejutkan juara Liga Champions tersebut. Meskipun Spurs masih perlu memperkuat skuad mereka di bursa transfer musim panas, kondisi fisik dan persiapan yang lebih baik bisa menjadi faktor pembeda.


