KAIRO, TERMINALNEWS.ID – Sejarah baru tercatat bagi dunia akademik Indonesia, khususnya Madura. Syaikh Kiai Haji Muhammad Aunul Abied Shah resmi menjadi orang Madura pertama yang meraih gelar doktor dari Universitas Al-Azhar, Mesir.
Sidang promosi doktor tersebut digelar pada Senin, 26 Januari 2026, bertempat di Auditorium Imam Akbar Syaikh Abdul Halim Mahmoud, Fakultas Ushuluddin Universitas Al-Azhar, Kairo. Sidang terbuka ini dihadiri para akademisi senior Al-Azhar serta tamu undangan dari berbagai kalangan.
Dalam sidang tersebut, Syaikh KH Muhammad Aunul Abied Shah mempertahankan disertasi berjudul “Al-Ittijah an-Naqdi fi al-Khitab al-Kalaami ‘inda Najm al-Dīn al-Kaatibi”. Disertasi ini mengkaji secara mendalam bidang Akidah dan Filsafat Islam, khususnya metodologi kritik dalam tradisi Ilmu Kalam klasik.
Karya ilmiah setebal 847 halaman yang terbagi dalam dua jilid tersebut berhasil meraih yudisium tertinggi Universitas Al-Azhar, yakni Martabat Syaraf al-Ula ma‘a Tawsiyah bi Tab’i al-Risalah wa Tadaawulihaa bayna al-Jaami’aat atau setara summa cumlaude dengan rekomendasi penerbitan dan distribusi antaruniversitas. Prestasi ini tergolong sangat langka di lingkungan akademik Al-Azhar.

Sidang promosi dipimpin oleh Prof. Dr. Hassan Muharram al-Huwainy selaku promotor utama, didampingi jajaran penguji senior Universitas Al-Azhar. Para penguji secara aklamasi mengapresiasi disertasi tersebut dari sisi metodologi, kedalaman analisis, serta kekayaan rujukan klasik dan modern yang digunakan.
Dalam pemaparannya, promovendus menjelaskan bahwa disertasi ini bertujuan merekonstruksi Ilmu Kalam melalui kritik internal tradisi klasik Ahlussunnah. Pemikiran Najmuddin al-Katibi dijadikan sebagai studi kasus, kemudian dikaitkan dengan filsafat modern serta konteks pemikiran Islam di Indonesia.
Para penguji memberikan pujian tinggi atas ketajaman analisis, kemandirian intelektual, dan keluasan wawasan akademik yang ditunjukkan. Meski demikian, sejumlah catatan akademik tetap diberikan sebagai bagian dari penyempurnaan ilmiah. Disertasi ini dinilai layak menjadi rujukan penting dalam pengembangan studi Ilmu Kalam kontemporer.

Selain dikenal sebagai akademisi, Syaikh KH Muhammad Aunul Abied Shah juga merupakan pengasuh Pondok Pesantren Darus Salam Torjun, Sampang, guru Tarekat Naqsyabandiyah, serta pengajar Ilmu Kalam dan Filsafat Islam. Capaian ini semakin meneguhkan kontribusi ulama Nusantara, khususnya Madura, dalam khazanah keilmuan Islam di tingkat global.

