TERMINALNEWS.ID, JAKARTA – Sony Music Indonesia kembali memperkuat kolaborasi musik lintas negara bersama Sony Music Japan melalui perilisan single “Call It Love”, yang mempertemukan solois Indonesia RACH? dengan penyanyi, penulis lagu, sekaligus produser asal Jepang, idom. Lagu tersebut resmi dirilis di berbagai platform musik digital pada 19 Juli 2026.
Kolaborasi ini menjadi kelanjutan dari kerja sama kedua label setelah sebelumnya menghadirkan proyek Sisca Saras dan NeCome (Ayaka Yasumoto) lewat lagu “Swipe Kanan Kiri”. Kehadiran “Call It Love” sekaligus menegaskan komitmen Sony Music Indonesia dan Sony Music Japan dalam membuka ruang kolaborasi bagi musisi dari kedua negara.
Mengusung perpaduan genre hipdut, R&B, dan pop, “Call It Love” tampil dengan lirik dalam tiga bahasa, yaitu Indonesia, Jepang, dan Inggris. Perpaduan tersebut menghadirkan warna musik yang segar sekaligus menunjukkan bahwa unsur budaya lokal dapat dikemas dengan pendekatan yang lebih global.
RACH? mengungkapkan bahwa tawaran proyek ini datang dari Sony Music Indonesia pada Februari 2026. Ia mengaku terkejut ketika mengetahui bahwa idom secara langsung memilihnya sebagai rekan duet.
Bagi RACH?, proyek ini menjadi tantangan tersendiri. Pasalnya, idom dikenal lewat karya-karya bergenre pop dan R&B, sementara lagu debut RACH?, “Dopamine”, yang dirilis pada 5 Desember 2025 saat masih menggunakan nama Rachel Cia, lebih mengusung nuansa elektronik dan eksperimental. Namun, ketertarikannya untuk mengeksplorasi berbagai genre membuat ia langsung menerima ajakan tersebut.
Meski berasal dari latar belakang musik yang berbeda, proses kreatif keduanya berjalan mulus. Dalam workshop selama dua hari, lagu tersebut berhasil diselesaikan hanya dalam hitungan hari dengan dukungan produser f4dli, yang dikenal melalui sejumlah karya hipdut viral.
Ide cerita “Call It Love” berasal dari RACH?, yang membayangkan kisah dua orang yang bertemu di dunia gim dan mulai mempertanyakan apakah perasaan yang tumbuh di antara mereka benar-benar cinta atau sekadar fantasi di ruang digital. Setelah konsep disusun, idom menulis lirik, sementara f4dli menggarap aransemen musik sejak awal proses produksi.
RACH? menggambarkan lagu ini dengan tiga kata, yaitu fantasi, digital, dan hubungan jarak jauh (LDR). Menurutnya, “Call It Love” merepresentasikan fase ketika dua orang saling menyukai, tetapi harus menghadapi keterbatasan jarak dan realitas.
Ia berharap lagu tersebut dapat menjadi teman bagi para pendengar yang sedang menjalani hubungan jarak jauh maupun mereka yang menyimpan perasaan yang belum bisa diwujudkan.
Melalui kolaborasi ini, RACH? juga ingin menghadirkan perspektif baru terhadap genre hipdut. Menurutnya, “Call It Love” bukan sekadar lagu hipdut, melainkan karya yang memadukan unsur budaya Indonesia, Jepang, dan Inggris sehingga tetap memiliki identitas lokal sekaligus berpotensi diterima oleh pendengar internasional.
Dengan irama yang enerjik dan nuansa yang ringan, lagu ini dinilai cocok didengarkan dalam berbagai aktivitas, mulai dari menemani perjalanan, menjadi latar konten media sosial, penyemangat di pagi hari, hingga teman bersantai pada malam hari.
Menjelang perilisan resminya, RACH? dan idom lebih dulu membawakan “Call It Love” untuk pertama kalinya dalam penampilan spesial di Billboard Live Tokyo 2026 pada 18 Juli 2026.
Bagi RACH?, kolaborasi internasional tersebut menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam perjalanan karier musiknya yang masih tergolong baru. Ia berharap pengalaman ini menjadi awal dari lebih banyak kolaborasi dengan musisi Indonesia maupun mancanegara di masa mendatang.


