JAKARTA, TERMINALNEWS.ID. – Ribuan suporter Timnas Indonesia memenuhi Plaza Kemenpora RI, Jl.Gerbang Pemuda no.3, Senayan – Jakarta Pusat pada Minggu malam, 28 Januari 2024. Mereka nobar di Kemenpora untuk memberikan dukungan kepada Timnas Indonesia melawan Australia di babak 16 besar Piala Asia 2023.
Ini menjadi sejarah baru bagi Skuat Merah Putih di ajang Piala Asia. Pasalnya sejak ikut serta di ajang bergengsi di Benua Asia sejak tahun 1996, Tim Nasional (Timnas) Indonesia selalu tersingkir di babak penyisihan grup.
Tidak heran saat pertandingan antara Timnas Indonesia melawan Australia di gelar pada Minggu malam, 28 Januari 2024, membuat kota kota besar di seluruh Indonesia sepi. Hampir semua mata tertuju ke televisi di rumah, atau nonton bareng yang banyak digelar di mana mana.
Momentum ini dimanfaatkan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Republik Indonesia untuk memberikan fasilitas Nobar di Plaza Kemenpora. Acara ini terbuka untuk umum.

Ribuan orang tampak antusias datang memenuhi Plaza Kemenpora sejak sore hari untuk menyaksikan pertandingan antara timnas Indonesia melawan Australia, secara langsung melalui layar lebar.
Pihak Kemenpora menyediakan tiga layar lebar agar ribuan penonton bisa menyaksikan pertandingan bersejarah skuat asuhan pelatih Shin Tae Yong yang berhasil lolos ke babak 16 besar Piala Asia 2023 di Qatar.
Suporter Timnas Garuda tidak ingin ketinggalan menyaksikan penampilan para pemain tImnas Indonesia yang sudah berhasil mencetak sejarah baru pada Piala Asia 2023. Pasalnya Timnas Indonesia untuk pertama kalinya memastikan diri melaju ke babak 16 besar.
Sebelum ajang Piala Asia 2023, Timnas Indonesia tercatat sudah empat kali ikut serta di ajang ini. Catatan partisipasi skuat Garuda itu terjadi pada edisi Piala Asia 1996 (Uni Emirat Arab), 2000 (Lebanon), 2004 (China), dan terakhir 2007 (Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Vietnam). Namun Selama empat kali mengikuti Piala Asia tersebut, Indonesia belum dapat memberikan prestasi yang membanggakan karena selalu kalah di fase grup.

Jika jalanan di ibukota Jakarta terlihat sepi dan lenggang, tidak demikian dengan suasana di Kantor Kementrian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia. Ribuan pendukung Skuad Garuda dengan antusian memenuhi undangan Kemenpora untuk menghadiri acara Nonton Bareng (Nobar) yang diselenggarakan di Plaza Kemenpora.
Mereka datang sejak sore hari meskipun pertandingan baru mulai pada pukul 18:30 WIB. Para suporter Merah Putih ada yang datang bersama rekan rekannya, dengan keluarganya atau membawa anak istrinya. Hal ini menjadi bukti begitu besar antusiasme suporter Indonesia dalam mendukung Timnas Garuda melawan Australia di babak 16 besar Piala Asia 2023 Qatar.
Timnas Indonesia memang menelan kekalahan saat berhadapan dengan Australia pada babak 16 besar Piala Asia 2023 dengan skor 0-4. Dalam laga yang berlangsung di Jassim bin Hamad Stadium, Minggu (28/1) petang WIB, tersebut gawang kiper Ernando Ari kebobolan dari gol bunuh diri Elkan Baggott (12), sundulan Martin Boyle (45), tembakan Craig Goodwin (89), dan sundulan Harry Souttar (90+1).
Meski demikian tidak membuat para suporter Indonesia surut dalam memberikan dukungan hingga pertandingan berakhir. Bahkan ribuan suporter yang hadir langsung memberikan dukungan tidak beranjak dari tempat duduknya meski turun hujan di waktu istirahat babak pertama.

Acara nobar ini dihadiri oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo. Sejumlah tokoh sepakbola seperti Pelatih Timnas Indra Sjafri, pelatih Timnas Bima Sakti, mantan pemain Firman Utina, hingga Budi Sudarsono juga turut berpartisipasi.
Dito Ariotedjo takjub dengan antusiasme suporter yang menghadiri acara ini. Ia turut memberikan apresiasi terhadap perjuangan Timnas Indonesia yang harus takluk dengan skor 0-4 dari Australia. Kekalahan ini membuat perjalanan Timnas Indonesia di Piala Asia 2023 terhenti. Indonesia sebelumnya sudah mencatatkan dua kekalahan dan satu kemenangan di fase grup.
“Hari ini kita menyaksikan ribuan pendukung Timnas Indonesia hadir di halaman Kemenpora menyaksikan pertandingan lawan Australia, walaupun hasilnya kalah 0-4 tapi tetap saya melihat secara utuh pertandingannya tadi, bagaimana kita bisa bertahan dan ada perlawanan,” kata Menpora Dito.
Kekalahan Timnas Indonesia dari Australia, adalah hal yang wajar karena secara teknis dan data tidak bisa dipungkiri peringkat Timnas Indonesia masih jauh dari lawannya. Hal ini menunjukkan kemampuan skuat Garuda secara kasat mata masih jauh dibandingkan Australia. Untuk itu Menpora Dito Ariotedjo siap mendukung dilanjutkannya pembinaan Timnas Indonesia yang sudah menemukan road map yang jelas dan terarah.
“Australia ini tim berperingkat 25, kita jauh sekali ada di peringkat 144. Saya apresiasi kepada seluruh tim pelatih dan atlet serta PSSI atas jerih payahnya. Saya rasa kita sudah melihat transformasi sepakbola Indonesia sudah terlihat secara perlahan menuju arah yang lebih baik. Kami pemerintah akan terus mendukung transformasi sepakbola ini dan tentunya Timnas Indonesia dimasa depan,” kata Menpora Dito Ariotedjo.
Meski tersingkir di babak 16 besar, Asnawi Mangkualam dan kawan-kawan telah mencatat sejarah baru bagi sepakbola Indonesia. Sukses mereka ditangan pelatih Shin TAe yong diakui oleh semua pihak sebagai program pembinaan yang berhasil. INdonesia kini sudah mulai berbicara di level Asia.


