MIAMI, TERMINALNEWS.ID – Lionel Messi dikenal bukan hanya karena kemampuan sepak bolanya yang luar biasa, tetapi juga karena kerendahan hatinya yang kerap membuat kagum para penggemar.
Salah satu contoh terbaik dari sifat rendah hati Messi terjadi pada tahun 2015, saat ia menunjukkan empati yang jarang terlihat dari seorang bintang sebesar dirinya.
Meski kini berstatus pemain Inter Miami, peraih delapan Ballon d’Or itu baru-baru ini kembali ke kawasan Camp Nou — stadion yang menjadi saksi banyak momen magisnya bersama Barcelona — dan tanpa sengaja “mengganggu” momen lamaran pasangan yang sedang berfoto di sana.
Messi yang dikenal pendiam dan pemalu ini sebenarnya sering menampilkan selebrasi penuh semangat setelah mencetak gol, terutama di laga besar seperti final Piala Dunia atau Liga Champions. Namun, hal berbeda terjadi pada final Piala Dunia Antarklub 2015 di Yokohama, Jepang.

Dalam laga tersebut, Messi membuka keunggulan Barcelona yang kemudian menang 3-0 atas River Plate — dengan dua gol tambahan dari Luis Suárez. Menariknya, setelah mencetak gol di menit ke-39, Messi hanya menunjuk ke langit dan melakukan selebrasi yang sangat sederhana, bahkan terlihat seperti meminta maaf.
Dalam wawancara dengan FIFA yang dikutip oleh Sport, Messi menjelaskan alasan di balik gestur tersebut.
“Saya tahu betapa besar usaha para penggemar River Plate datang jauh-jauh untuk mendukung tim mereka, dan betapa antusiasnya mereka. Lalu saya, seorang Argentina, mencetak gol pertama dan menghancurkan harapan mereka. Entah itu benar-benar permintaan maaf atau tidak, tapi gestur itu memang seperti bentuk penyesalan,” ujar Messi.
Meski besar di akademi Newell’s Old Boys — rival River Plate di Argentina — Messi tak pernah bermain secara profesional di negaranya. Ia harus pergi ke Eropa di usia muda karena alasan medis, dan akhirnya membangun karier legendaris di Barcelona.

Kini, setelah membawa Argentina juara Piala Dunia 2022, Messi mengaku masih memiliki keinginan untuk kembali bermain di tanah kelahirannya suatu hari nanti.
“Saya harus pergi di usia yang sangat muda karena kondisi saya, dan akhirnya berkarier di Barcelona. Tapi saya tetap ingin suatu saat bisa kembali bermain di sepak bola Argentina. Setelah itu, hanya Tuhan yang tahu,” tambahnya.
Sayangnya, meski sudah menunjukkan rasa hormat, Messi tetap mengalami kejadian tak menyenangkan usai pertandingan. Saat melewati imigrasi di Tokyo, beberapa suporter River Plate dilaporkan menghina bahkan meludahi Messi dan rekan-rekannya.
Menanggapi insiden tersebut, pihak River Plate langsung mengeluarkan permintaan maaf resmi kepada Messi dan Barcelona.
“Terkait insiden yang dialami Lionel Messi di Bandara Narita, Club Atlético River Plate menolak segala bentuk kekerasan dan meminta maaf kepada sang pemain serta FC Barcelona. Kami juga mengucapkan selamat kepada Barcelona atas kemenangan mereka di Piala Dunia Antarklub 2015 di Jepang,” tulis pernyataan resmi klub.
Dengan segala pencapaiannya di dunia sepak bola, kisah ini kembali menegaskan bahwa Lionel Messi bukan hanya ikon olahraga, tetapi juga contoh nyata dari kerendahan hati di tengah gemerlap popularitas.

