CIANJUR, TERMINALNEWS.ID – Sosok Ratu Balqis atau yang dikenal sebagai Queen of Sheba tetap menjadi figur legendaris yang memikat perhatian dunia.
Kisahnya tidak hanya hidup dalam tradisi lisan, tetapi juga tercatat dalam kitab-kitab suci besar—Al-Qur’an, Alkitab, hingga literatur kuno Timur Tengah dan Afrika.
Dalam Al-Qur’an, Ratu Balqis dikenal sebagai Ratu Saba, penguasa kerajaan makmur di selatan Jazirah Arab. Pertemuannya dengan Nabi Sulaiman (Raja Sulaiman) diabadikan dalam Surah An-Naml ayat 20–44.
Kisah itu menceritakan bagaimana Sulaiman mengirimkan surat dakwah, menolak hadiah berharga dari Balqis, hingga memperlihatkan mukjizat pemindahan singgasana. Peristiwa tersebut membuat Balqis terpesona dan akhirnya mengakui kebesaran Allah.
Sementara dalam Alkitab, ia disebut sebagai Queen of Sheba atau Ratu dari Selatan. Catatan kunjungannya kepada Raja Salomo terdapat dalam 1 Raja-Raja 10:1–13 dan 2 Tawarikh 9:1–12.
Balqis datang ke Yerusalem membawa emas, rempah, dan batu mulia untuk menguji kebijaksanaan Salomo. Bahkan dalam Injil Matius 12:42, Yesus menjadikannya teladan bagi mereka yang sungguh-sungguh mencari kebenaran.
Legenda Balqis juga mewarnai berbagai tradisi lain. Dalam kisah epik Ethiopia Kebra Nagast, ia dipercaya melahirkan Menelik, putra dari hubungannya dengan Raja Sulaiman, yang kemudian menjadi leluhur dinasti Aksum.
Adapun tradisi Yaman kuno mengaitkan Balqis dengan kejayaan Kerajaan Saba yang makmur berkat perdagangan rempah dan emas.
Kehadiran Balqis di berbagai teks suci dan tradisi menegaskan perannya sebagai figur universal: seorang ratu yang cerdas, kaya, sekaligus berani mencari kebenaran.
Hingga kini, Balqis tetap dipandang sebagai simbol kebijaksanaan, diplomasi, dan kekuatan iman yang melampaui batas agama dan kebudayaan.


