TERMINALNEWS.ID, JAKARTA — Ketampanan Ciccio Manassero saat menjelma menjadi vampir berbalut setelan serba hitam sukses mencuri perhatian penonton film Siti Si Vampir. Tak hanya membuat penonton perempuan, termasuk kalangan ibu-ibu, terpikat, film drama komedi ini juga mengundang gelak tawa berkat cerita dan tingkah kocak para karakternya.
Dalam film yang tengah tayang di bioskop Indonesia tersebut, Ciccio memerankan Nakula, vampir elite berpenampilan necis yang identik dengan jas hitam, rambut beruban, riasan wajah pucat, dan pembawaan dingin. Pesona Nakula bahkan memancing respons jenaka dari sejumlah penonton perempuan yang mengaku ingin digigit oleh vampir tampan tersebut.
Di balik penampilannya yang memikat, Nakula memiliki misi khusus, yakni memburu manusia dari kalangan kaya untuk dijadikan bagian dari kelompok elite vampir. Namun, rencana itu justru berantakan ketika ia salah menggigit Siti (Satine Zaneta), seorang gadis yang tinggal di rumah susun (rusun). Kesalahan tersebut menjadi awal dari berbagai persoalan yang harus dihadapi Nakula.
Ciccio berhasil menghidupkan karakter Nakula sebagai vampir senior yang berwibawa, minim ekspresi, dan tidak banyak bicara. Sikapnya yang dingin justru menjadi daya tarik tersendiri, sekaligus menghadirkan sisi komedi di tengah kekacauan yang muncul akibat kesalahan misi tersebut.
“Nakula ini vampir yang punya pengaruh besar di kaumnya. Dia itu very well-mannered, sudah hidup lama, very precise, very cold, memang benar-benar pemimpin. Dia di film ini punya misi, tapi ketika menjalankan sebuah tugas, malah salah target,” ungkap Ciccio Manassero.
Tak hanya mengandalkan penampilan, Ciccio juga menunjukkan kemampuannya memerankan vampir melalui detail karakter, termasuk taring yang bisa muncul sesuai situasi. Salah satu momen menarik terjadi ketika Nakula marah dan taringnya memanjang secara dramatis.
Berbicara tentang penampilannya sebagai Nakula, Ciccio mengaku cukup terkejut sekaligus percaya diri melihat transformasinya menjadi vampir tampan.
“Respons pertama saat melihat penampilanku sebagai Nakula, sebenarnya aku merasa ganteng banget, haha. Karena full pakai suit, rambut ubanan, makeup putih. Ada aura yang berbeda jadi vampir,” ujar Ciccio.
Meski terlihat keren di layar, memerankan Nakula ternyata bukan tanpa tantangan. Ciccio harus terus mengenakan setelan jas selama proses syuting, termasuk ketika berada di lingkungan rusun yang panas. Kondisi tersebut menuntutnya untuk tetap nyaman sekaligus mempertahankan karakter vampir elite yang selalu tampil rapi.
Namun, pengalaman syuting di rusun justru memberikan kesan tersendiri bagi Ciccio. Ia melihat kehidupan masyarakat di sana memiliki kehangatan dan ikatan sosial yang kuat, meski berada di tengah hiruk-pikuk kota.
“Mereka tinggal di tengah kota, hidupnya sangat nyaman di situ menurutku ya. Cari makanan ada. Sore-sore bapak-bapak main catur. Suasana kekeluargaan dan ikatannya menyatu banget. Seperti di Italia yang di tempat kecil, sore-sore pada nongkrong, anak-anak main bola,” ungkapnya.
Perpaduan karakter vampir tampan, konflik yang tak terduga, dan komedi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari menjadi daya tarik Siti Si Vampir. Film ini tidak hanya menyuguhkan kisah tentang dunia vampir, tetapi juga menghadirkan humor melalui pertemuan dua dunia yang berbeda: kelompok vampir elite dan kehidupan sederhana penghuni rusun.
Jangan lewatkan keseruan Siti Si Vampir yang sedang tayang di bioskop Indonesia. Ikuti informasi dan perkembangan terbaru film ini melalui akun Instagram resmi @viddseeid, @bahagiatanpadrama, dan @filmsitisivampir.
Sinopsis Siti Si Vampir
Siti (Satine Zaneta), seorang gadis penghuni rusun yang menjadi tulang punggung keluarganya, mendadak berubah menjadi vampir setelah salah digigit Nakula (Ciccio Manassero), vampir tampan yang membuatnya terpikat.
Alih-alih menjadi vampir perkasa, Siti justru menjelma sebagai vampir dengan kemampuan terbatas, taring terbalik, dan kekuatan yang tanggung. Meski begitu, ia melihat perubahan tersebut sebagai kesempatan untuk melepaskan diri dari kehidupan sehari-hari yang serba pas-pasan.
Namun, situasi berubah ketika rusun tempat tinggalnya menjadi target panen para vampir. Siti pun dihadapkan pada pilihan sulit: mengikuti sistem yang mengancam lingkungannya atau melawan demi melindungi orang-orang di sekitarnya.

