TEL AVIV, TERMINALNEWS.ID – Perang antara Iran dan Israel terus memanas. Pada Kamis (5/3/2026), Iran kembali meluncurkan delapan gelombang serangan rudal balistik ke wilayah Israel, memaksa jutaan warga berlarian menuju tempat perlindungan bom.
Militer Israel melalui Israel Defense Forces (IDF) menyatakan serangan tersebut terjadi di tengah operasi udara besar-besaran yang terus menargetkan fasilitas militer Iran pada hari keenam konflik.
Meski sejumlah rudal ditembakkan, tidak ada korban luka yang dilaporkan. Tim penyelamat menyebut satu rudal jatuh di area terbuka di sebuah kota di wilayah tengah Israel.
Sejak perang dimulai pada Sabtu lalu, total 10 orang dilaporkan tewas akibat serangan rudal Iran di Israel.
Menurut laporan kantor berita Iran, Fars News Agency, militer Iran telah meluncurkan lebih dari 500 rudal balistik dan jelajah serta lebih dari 2.000 drone sejak konflik pecah.
Laporan tersebut menyebutkan:
-
40 persen serangan ditujukan ke Israel
-
60 persen lainnya menyasar fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Namun dalam praktiknya, beberapa serangan juga dilaporkan mengenai area sipil di negara-negara Teluk.

Serangan Iran terhadap wilayah regional ini memicu kecaman dari sejumlah negara Timur Tengah dan pemerintah Eropa. Beberapa negara bahkan mulai mengirimkan kekuatan pertahanan tambahan ke kawasan tersebut.
Di sisi lain, militer Israel mengklaim telah menghancurkan lebih dari 300 peluncur rudal Iran melalui serangan udara yang berlangsung tanpa henti.
Menurut dua sumber militer yang dikutip Reuters, perang kini memasuki fase kedua, yakni penargetan fasilitas rudal balistik Iran yang tersembunyi jauh di bawah tanah.
Operasi terhadap bunker tersebut kemungkinan besar melibatkan Amerika Serikat yang memiliki pesawat pengebom berat dengan bom penghancur bunker yang mampu menembus instalasi bawah tanah.
Angkatan Udara Israel juga melancarkan gelombang serangan terhadap berbagai fasilitas militer di sekitar Teheran.
Sekitar 90 jet tempur Israel dilaporkan menyerang 40 target militer dengan menjatuhkan sekitar 200 bom.
Target yang diserang antara lain:
-
Markas pasukan khusus Iran
-
Basis paramiliter Basij
-
Kantor keamanan internal
-
Pusat komando militer
-
Gudang penyimpanan senjata
Serangan juga menargetkan fasilitas milik Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC).
Sementara itu, Pemerintah Iran melalui Foundation of Martyrs and Veterans Affairs menyebutkan 1.230 orang tewas akibat serangan Amerika Serikat dan Israel sejak perang dimulai.

Namun angka tersebut belum dapat diverifikasi secara independen dan tidak memisahkan antara korban sipil dan militer.
Sementara itu, World Health Organization (WHO) menyatakan telah memverifikasi 13 serangan terhadap fasilitas kesehatan di Iran, serta laporan bahwa 4 tenaga medis tewas dan 25 lainnya terluka.
Iran pun Serang Negara-Negara Teluk
Konflik juga meluas ke negara-negara Teluk. Iran dilaporkan menembakkan tujuh rudal balistik ke wilayah Uni Emirat Arab pada Kamis.
Dari jumlah tersebut:
-
1 rudal menghantam wilayah UEA
-
sisanya berhasil dicegat sistem pertahanan udara.
Sejak perang dimulai, Iran tercatat menembakkan 196 rudal balistik ke UEA dengan rincian:
-
181 rudal berhasil dicegat
-
13 jatuh ke laut
-
2 rudal menghantam daratan
Serangan tersebut menyebabkan 3 orang tewas (warga Pakistan, Nepal, dan Bangladesh) serta 94 orang mengalami luka-luka.
Selain rudal, Iran juga meluncurkan 131 drone, di mana hanya 6 yang berhasil mencapai target.
Qatar, Bahrain, dan Arab Saudi Kena Dampak
Serangan juga dilaporkan terjadi di sejumlah negara lain di kawasan:
-
Ledakan terdengar di Qatar dan asap hitam terlihat dari ibu kota Doha.
-
Sebuah fasilitas kilang minyak di zona industri Maameer di Bahrain dilaporkan menjadi sasaran serangan.
-
Arab Saudi menuduh Iran menyerang kompleks diplomatik Amerika di Riyadh menggunakan drone, meski tuduhan tersebut dibantah oleh Teheran.
Selain itu, Iran juga dilaporkan meluncurkan drone ke pangkalan Amerika Serikat di Erbil, wilayah Kurdistan Irak.
Inggris Terbangkan Jet Tempur ke Timur Tengah
Situasi yang semakin memanas membuat sejumlah negara Barat memperkuat pertahanan di kawasan.
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengatakan Inggris akan mengirim empat jet tempur Typhoon tambahan ke pangkalan militer di Qatar untuk memperkuat operasi pertahanan di Timur Tengah.
Negara-negara Uni Eropa dan Teluk juga menyerukan Iran untuk segera menghentikan serangan tanpa pandang bulu yang dinilai dapat mengancam keamanan internasional.


